Search the web
Sign In
New User? Sign Up
pkphi_ind · counsellorgroup
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org   Message List  
Reply | Forward Message #227 of 236 |
Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 15 June 2009 Sampai Tanggal: 22 June 2009


 

1. Anak jalanan rentan terinfeksi HIV/AIDS

Waspada Online, 20 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Anak- anak jalanan yang banyak hidup berkeliaran di jalan-jalan dan beberapa tempat di seputar Kota Medan ini merupakan sosok yang paling rentan terkena virus HIV&AIDS. Demikian menurut kepala sub bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Medan, Rumondang. melalui unit penanggulangan penyakit HIV/AIDS Dinkes Medan Mardohar Tambunan.

Menurut Mardohar, yang biasa di panggil Dr.Edo ini kepada Waspada online mengatakan, anak-anak jalanan memang rentan terkena HIV/AIDS,karena ruang lingkupnya sangat luas dan tidak terjangkau.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1284



2. HIV versus mankind, the battle rages-on!

the Jakarta Post Online, 20 Juni 2009

Halim Danusantoso, JAKARTA | Sat, 06/20/2009 11:12 AM | Opinion

Almost all aspects of HIV have now been elucidated, and more than 15 potent antiretrovirals (with more to follow), have become available.

There are HIV programs across the world, involving innumerable governmental agencies and NGOs. Nevertheless, the disease continues to spread and AIDS patients are still dying every day, especially in developing countries. This is the greatest irony of the turn of this century.

The good news is that now HIV+ people from rich countries or those financially able to get good medical care need not die from AIDS anymore. They can live a normal life and might have the same life-expectancy as those who are uninfected. The most prominent example is the former basketball star Magic Johnson, who has appeared on the cover of Time magazine several times. Unfortunately, Magic’s fate is not shared by most, if not all, people in developing countries.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1283



3. Pengidap HIV/AIDS Bengkulu Terancam

Bengkulu Express, 20 Juni 2009

Tes ini yang biasa disebut sebagai total lymphocyte count atau TLC. Jika jumlah CD4 tidak terpantau, maka semakin rusak sistem kekebalan, semakin rendah TLC, terangnya.

Akibat dari infeksi HIV itu adalah kerusakan pada sistem kekebalan tubuh. HIV membunuh satu jenis sel darah putih yang disebut sel CD4. Sel ini adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Jika jumlahnya kurang, sistem tersebut menjadi terlalu lemah untuk melawan infeksi. Jumlah sel CD4 dapat diukur melalui tes darah khusus. Jumlah normal pada orang sehat berkisar antara 500 sampai lebih dari 1.500., ucapnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1282



4. City short of health clinics providing methadone

the Jakarta Post Online, 19 Juni 2009

Indah Setiawati, The Jakarta Post , Jakarta | Fri, 06/19/2009 11:57 AM

The Jakarta AIDS Eradication Commission (KPA) said the city needed more public health clinics providing treatment for heroin addicts to prevent the spread of HIV/AIDS caused by sharing needles.

"Currently, we only have 10 public health clinics that offer methadone treatment. We hope to see more of those services around the city," John Alubwaman, Jakarta's KPA head promotion and prevention, said on the sidelines of an AIDS prevention program, Jakarta Stop AIDS, at the Central Jakarta municipal office on Thursday.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1281



5. Pemkab Sergai Serius Tangani HIV/AIDS

Harian GLobal, 19 Juni 2009

Written by Edi Saputra

Kepedulian Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) terhadap masalah penanggulangan HIV/AIDS diaktualisasikan melalui pembentukan Komisi Penanggulan AIDS (KPA) Kabupaten Serdang Bedagai yang diketuai oleh Bupati Sergai HT Erry Nuradi dan Ketua Pelaksana Wabup H Soekirman.

Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dengan delapan daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara pada bulan Mei lalu di Medan, KPA Sergai mengadakan evaluasi perkembangan respons terhadap masalah HIV/AIDS di Kabupaten Sergai yang dilaksanakan di aula Sultan Serdang di Sei Rampah, Kamis (18/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1280



6. Usia Produktif Mendominasi Kasus AIDS

Harian Berita Sore, 19 Juni 2009

Jakarta ( Berita ) : Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala Sari, di Jakarta, Jumat [19/06] mengatakan, jumlah kasus AIDS didominasi oleh golongan usia produktif 20-29 tahun, yang mencapai 8567 kasus.

“Meningkatnya kasus AIDS pada usia muda lebih banyak dikarenakan heteroseksual atau bergonta-ganti pasangan, homoseksual, pemakaian jarum suntik secara bergantian (IDU), dan ibu berusia muda yang sedang hamil yang mengidap AIDS yang menyebabkan penularan terhadap bayi yang dikandungnya,” katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1279



7. Penderita HIV/AIDS Bertambah 7 Orang

Pos Kupang Online, 19 Juni 2009

KUPANG, POS KUPANG.Com -- Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Kupang bertambah tujuh orang. Dengan demikian, jumlah penderita HIV/AIDS saat ini menjadi 155 orang dari sebelumnya 148 orang.

Wakil Walikota Kupang yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang, Drs. Daniel Hurek, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2009), menjelaskan, penambahan penderita HIV/AIDS diketahui setelah mereka memeriksakan kesehatan di RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang. Pemeriksaan dilakukan atas kesadaran sendiri terhadap bahaya penyakit HIV/AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1278



8. Alat Tes HIV/AIDS Dikembalikan, ODHA Resah

Kompas.Com, 19 Juni 2009

BENGKULU, KOMPAS.com — Yayasan nonpemerintah, Kipas, menyayangkan pihak RSUD M Yunus yang mengembalikan alat untuk mengetahui jumlah virus dalam tubuh penderita HIV atau yang disebut CD4 karena alasan tidak memiliki operator dan dana operasional.

"Ini merupakan langkah mundur bagi penanggulangan HIV di daerah setempat, dan pengembalian alat tersebut menyebabkan para ODHA (orang dengan HIV/AIDS) resah karena alat itu sangat penting," kata Direktur Kipas, Merly Yuanda, Jumat (19/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1277



9. Hampir 70 Persen Penularan HIV/AIDS dari Jarum Suntik

Republika Online, 19 Juni 2009

JAKARTA -- Hampir 70 persen penularan penderita HIV/AIDS di DKI Jakarta disebabkan pemakaian jarum suntik secara bergantian oleh para pecandu narkoba, 29 persen disebabkan perilaku seks bebas dan seks menyimpang, dan satu persen disebabkan pertukaran (transfusi) darah. Rata-rata penderita HIV/AIDS tersebut berusia 19-25 tahun.

Data dari Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) DKI Jakarta tersebut diungkapkan pada peluncuran program Pencegahan Primer Penyebaran HIV/AIDS dan Narkoba yang bertajuk Jakarta Stop AIDS., Kamis (18/6). Program ini diselenggarakan PT Unilever Indonesia, Tbk melalui Yayasan Unilever Indonesia, bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1276



10. Ditemukan, Suami-Istri Penderita HIV

Suara Merdeka, 19 Juni 2009

REMBANG - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang mencatat selama enam bulan terakhir ini (Januari-Juni) terdapat lima warga yang dinyatakan positif mengidap human immunodeficiency virus (HIV)/acquired immuno deficiency syndrome (AIDS).

“Namun seorang di antara mereka telah meninggal dunia,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Rembang, dokter Endang Hartuti.

Semua pengidap HIV itu adalah warga Rembang yang bekerja di luar daerah yang merupakan kelompok berisiko tinggi terkena penyakit mematikan itu. Bahkan di antara mereka ada yang berstatus suami istri. Usia termuda dari mereka adalah 24 tahun dan yang tertua 50 tahun.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1275



11. Sumut perlu terapkan SK bebas HIV/AIDS

Waspada Online, 18 Juni 2009

MEDAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menilai, surat keterangan bebas penyakit HIV/AIDS bagi pasangan yang hendak menikah sudah pantas diterapkan di Sumut.

Ketua MUI Sumut, Abdullah Syah, tadi siang mengatakan, peraturan mengenai cek HIV/AIDS sebagai syarat menikah sudah layak dibuat dan diterapkan di Sumut mengingat jumlah pengidap HIV/AIDS di Sumut sudah sangat memprihatinkan.

Dengan adanya surat keterangan tersebut, masing-masing pasangan yang hendak menikah diharapkan tidak tertipu jika kelak salah satu pasangan terjangkit penyakit berbahaya itu setelah menikah, sehingga keluarga merasa benar-benar aman.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1274



12. Kasus Terakhir, HIV 315 dan AIDS 154 Kasus

Posmetro Batam, 18 Juni 2009

KARIMUN, METRO: Resiko penularan virus HIV dan AIDS terus menjadi ancaman. Oleh karena itu, perlu penanganan yang serius sebelum wabah penyakit yang belum ada obatnya dengan leluasa menular kepada siapa saja. Tidak hanya Pekerja Sex (PS) yang memiliki resiko tertinggi tertular HIV/AIDS, masyarakat awam juga berpotensi terjangkit virus ini, bila sering melakukan hubungan seksual dengan cara menyimpang.

Angka terakhir, virus HIV/AIDS di Kabupaten Karimun yang terdeteksi sebanyak HIV tercatat 315 kasus, dan AIDS sebanyak 154 kasus. "Inilah angka kasus terakhir yang berhasil terdata," kata Program Manager Yayasan Sri Mersing Raja Rustam Efendi, Rabu (17/6). Sebagai LSM Peduli HIV/AIDS, terangnya lagi lembaga terus melakukan penyuluhan, penjangkauan, pendampingan, dan jugfa diskusi kelompok.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1273



13. HIV/AIDS Naik, Kerahkan PKK

Surya Online, 18 Juni 2009

Kamis, 18 Juni 2009 | 8:15 WIB | Posts by: Judi Prasetyo

Klojen - SURYA-Angka kematian, kesakitan, serta infeksi yang diderita kelompok injecting drug user (IDU) atau yang biasa disebut orang dengan HIV/AIDS (ODHA) meningkat secara signifikan. Ini terjadi karena terlambatnya penanganan kasus, sulitnya mencapai pelayanan kesehatan, dan terbatasnya pengetahuan tentang perawatan penderita HIV/AIDS.

Berdasarkan penderita yang periksa di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dan RSI Dinoyo, jumlah penderita HIV/AID sebanyak 693 orang untuk pria, dan 296 orang untuk wanita. Sedangkan bayi yang terinfeksi HIV/AID sebanyak 19 orang (selengkapnya lihat tabel).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1272



14. Meminimalisir Penyebaran HIV

Manado Post, 18 Juni 2009

Jeinne: Masyarakat Mesti Lebih Sadar

HIV/AIDS menjadi penyakit yang ditakuti masyarakat dunia, karena sampai sekarang belum ada obatnya. Tetapi, banyak pula yang tak menyadari setiap orang punya kesempatan tertular virus ini jika tak memperhatikan gaya hidup.

Jeinne Weenas, salah satu public figure yang memberikan sedikit waktunya, untuk peduli dengan penyakit yang sudah menjangkiti 489 orang di Sulut ini. Jeinne mengungkapkan, setiap orang punya peluang tertular virus HIV, apalagi bagi mereka yang kurang memahami HIV/AIDS. “Menurut banyak orang, kalangan selebritis sangat rentan terjangkit virus ini. Tetapi walaupun hidup glamour dan dekat dengan kehidupan malam, tidak selamanya kami (selebriti, red) mengidap HIV,” kata bintang sinetron di Ada Apa Dengan Cinta (AADC). “Dalam kenyataannya, malah yang sering berkampanye tentang penanggulangan HIV/AIDS adalah kaum selebriti,” tambahnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1271



15. HIV Dapat Diobati

Manado Post, 18 Juni 2009

Diberi ARV Bisa Beraktivitas Hingga Renta
Dr Denny Ngantung MKed SpS


HIV sekarang sudah merupakan pandemi dunia, karena penyebarannya sudah melintasi batas negara dan bahkan benua. Kasus HIV meningkat secara eksponensial. Dr Denny Ngantung MKed SpS, spesialis saraf dan neuroAids mengatakan, diperkirakan bila penyebaran masih terus seperti ini maka 20 tahun depan, 50 persen penduduk dunia sudah terinfeksi HIV. “Sebenarnya keadaan seperti ini sudah menjadi ‘keadaan darurat’, yang perlu penanganan lintas sektor secara global,” ujarnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1270



16. Program Jakarta Stop AIDS Diluncurkan

Republika Online, 18 Juni 2009

JAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Yayasan Unilever meluncurkan program pencegahan primer penyebaran virus HIV/AIDS serta narkoba bertajuk Jakarta Stop AIDS.

Wali Kota Jakarta Pusat, Syilviana Murni, di Jakarta, Kamis (18/6) mengatakan, kegiatan ini diharapkan sebagai penyadaran prilaku hidup bersih dan sehat dengan menghindari serta mencegah penyebaran dan penularan HIV/AIDS dan narkoba, khususnya pada kalangan kelompok umur remaja. "Kami sangat mendukung adanya kegiatan ini, agar Jakarta terbebas dari HIV/AIDS," katanya di acara peluncuran "Jakarta Stop AIDS" di ruang serbaguna Pemkot Jakarta Pusat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1269



17. Ratusan Siswa Jadi Duta 'Jakarta Stop AIDS'

Kompas.Com, 18 Juni 2009

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Unilever Indonesia melalui payung program Yayasan Unilever Indonesia hari ini (18/6) meluncurkan program 'Jakarta Stop AIDS' dan memilih duta bagi program tersebut yang terdiri dari ratusan siswa-siswi SMA dan SMP di Jakarta Pusat.

Bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat, peluncuran program tersebut digelar Kamis (18/6) di kantor walikota Jakarta Pusat. Manajer Program Pendidikan Kesehatan Publik Yayasan Unilever Indonesia, dr Leo Indarwahono, menuturkan bahwa 'Jakarta Stop AIDS' merupakan pilot project yayasan tersebut di Jakarta, khususnya terkait pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja usia sekolah.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1268



18. PMTCT minimalkan penularan HIV/AIDS pada janin

Waspada Online, 18 Juni 2009

Dua bayi berhasil diselamatkan

DAVID SWAYANA

MEDAN - Program Preventif Mother to Child Transmision (PMTCT) efektif meminimalkan penularan Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) dari ibu kepada janin yang dikandungnya.

Terbukti, pada tahun 2007 ada dua bayi yang dilahirkan oleh wanita pengidap HIV/AIDS berhasil diselamatkan dan tidak tertular virus dari penyakit mematikan tersebut.

"Kedua ibunya HIV positif dan mengikuti PMTCT pada 2007. Hasilnya, ketika usia bayi sudah 24 bulan, hasil tes antigennya menunjukkan negatif HIV," kata Kadis Kesehatan Sumut dr. Candra Syafei, SpOG melalui Pelaksana Kasubdin Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Suhartini, tadi malam.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1267



19. SPKs siap tanggulangi ODHA

Waspada Online, 17 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - SPKs (Sumatera Peduli Kesehatan) siap menampung orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Sumatera Utara, khususnya bagi mereka yang berdomisili di Kota Medan.

"Kita siap menampung para pasien HIV/AIDS yang ada di Kota Medan maupun di seluruh Sumatera Utara," kata direktur SPKs, Hendra, kepada Waspada Online, tadi pagi.

Menurut Hendra, SPKs adalah sebuah lembaga yang bergerak di bidang kesehatan, khususnya HIV/AIDS sejak 9 Pebruari 2007 dibawah Pembina, Rahmad Kurniawan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1263



20. Terapi metadon untuk pengidap HIV/AIDS

Waspada Online, 17 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Untuk membuat pengidap HIV/AIDS dapat bertahan dan tidak mengalami gangguan kesehatan, setiap ODHA akan diberikan cairan Metadon untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut.

Menurut, Mardohar Tambunan, dari Dinas Penanggulangan HIV/AIDS Dinas Kesehatan Sumut kepada Waspada Online, tadi siang, mengatakan, metadon adalah obat yang merupakan oploid sintetik yang dapat digunakan bagi pasien ODHA yang ketergantungan narkoba.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1262



21. HIV/AIDS Sudah Tujuh Kasus

Radar Sulteng, 17 Juni 2009

Dinkes Banggai Lakukan Penyuluhan di SMK dan SMA

LUWUK - Untuk menyebarluaskan informasi tentang infeksi menular seksual (IMS) dan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di kalangan siswa sekolah, Dinas Kesehatan Banggai bersama sejumlah petugas di puskesmas menggelar penyuluhan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kecamaan Toili dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bunta. Kegiatan ini disambut antusias ratusan siswa di daerah itu. Walaupun berlangsung singkat, tetapi peserta antusias mengajukan pertanyaan terkait penyakit mematikan ini.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1261



22. Waspada!! 1.348 Terinfeksi HIV AIDS

Bengkulu Express, 17 Juni 2009

Sedang 1 lagi warga Seluma meninggal di RS Cipto Mangunkusumo,'' ujar Sekretaris Komisi Penanganan HIV/AIDS (KPA), Arna Maretta,SH,M.Si pada BE kemarin.

Sementara 3 penderita HIV AIDS yang baru terdeteksi, beberapa hari ini masuk dan dirawat di RSUD M Yunus. Ketiganya warga kota Bengkulu dan usianya sudah tergolong dewasa. ''Baik tiga orang yang mati dan 3 orang yang baru masuk rumah sakit semuanya terinfeksi karena menggunakan narkoba dan melakukan seks bebas. Biasanya pemakai narkoba cenderung melakukan free seks,'' tegasnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1260



23. HIV/AIDS Terus Mengancam Remaja Kalteng

Banjar Masin Post, 17 Juni 2009

PALANGKARAYA, RABU - Wakil Gubernur Provinsi Kalteng, H Achmad Diran mengingatkan remaja agar tidak terlibat narkoba dan seks bebas. Pasalnya hal itu sangat rentan penularan penyakit, termasuk HIV/AIDS yang mematikan.

Dia juga meminta orangtua mengawasi pergaulan anak mereka agar tidak terjerumus. "Pergaulan dapat dihindari asal diawasi orangtua dan lingkungan," jelas dia, Rabu (27/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1259



24. Serem... 1.700 Pelajar Bandung Terjangkit HIV-AIDS

Tempo Interaktif, 17 Juni 2009

TEMPO Interaktif, Bandung: Jumlah pengidap HIV-AIDS di Kota Bandung berada di posisi teratas se-Jawa Barat. Hingga April 2009, menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Bandung Fetty Sugiharti, tercatat ada 1.744 orang. Sebagian besar berusia produktif dan berstatus sebagai pelajar.

Dari 1744 kasus itu, 885 orang diketahui mengidap HIV dan 859 orang adalah penderita AIDS. Sebanyak 3,2 persen berasal dari kalangan siswa berusia 15-19 tahun. ”Paling banyak 62 persen berumur 20-25 tahun,” kata Fetty dalam sebuah workshop HIV-AIDS di Bandung, Rabu (17/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1258



25. Penyebaran HIV-AIDS Harus Dikendalikan

Cenderawasih Post, 17 Juni 2009

MERAUKE- Untuk mengembangkan kreatif bagi para siswa dalam menyajikan penulisan atau informasi di sekolah lewat media Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIA) atau sebelumnya dikenal dengan majalah dinding menyangkut kasus HIV-AIDS atau permasalahan yang ada di sekitarnya, sekitar 40 siswa dari 13 SMA/SMK se-Kota Merauke mengikuti pelatihan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIA) Selasa (16/6), kemarin.

Ketua Panitia Penyelenggara, Daniel Taraneno, S.Pd yang juga Koordinator Kelompok Pemerhati AIDS Sekolah (Kompas) SMA John 23, menengaskan, kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk menanamkan secara dini rasa tanggung jawab kepada para siswa untuk mengendalikan penyebaran HIV-AIDS di Kabupaten Merauke.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1257



26. Kasus HIV/Aids di Indonesia Terus Naik

Surya Online, 16 Juni 2009

Selasa, 16 Juni 2009 | 17:09 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo

JAKARTA | SURYA Online - Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia berdasarkan laporan Ditjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen Kesehatan RI terus meningkat.

Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala Sari, di Jakarta, Selasa (16/6) mengatakan, jumlah kasus HIV dan AIDS tersebut setiap tahunnya semakin meningkat karena banyak masyarakat yang tertular dan baru mengetahui berpenyakit HIV dan AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1255



27. Ranperda HIV AIDS Belum Disahkan

Manado Post, 16 Juni 2009

MANADO—Penetapan Ranperda yang sudah selesai dibahas menjadi bagian di Rapat Paripurna DPRD Sulut. Ini merupakan bagian lain dari agenda utama pengesahan pembahasan LKPJ APBD 2008 yang akan dihadiri Gubernur SH Sarundajang. Namun khusus Ranperda HIV/AIDS belum dapat disahkan pada rapat paripurna ini, karena belum juga tuntas. ”Untuk Ranperda yang sudah selesai akan diparipurnakan bersama. Tapi khusus Ranperda HIV AIDS belum,” aku Koordinator Pansus, Arthur Kotambunan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1254



28. Walikota Ajukan Ranperda Penanggulangan HIV/AIDS ke DPRD Tanjungbalai

Harian Sinar Indonesia Baru, 16 Juni 2009

Tanjungbalai (SIB)

Sembilan rancangan peraturan daerah (Ranperda) salah satunya tentang penanggulangan dan pencegahan penyakit HIV/AIDS, diajukan Walikota Tanjungbalai dr Sutrisno Hadi SpOg ke DPRD setempat untuk di bahas dijadikan peraturan daerah.

Ke-9 Ranperda itu, yakni tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah, Ranperda tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS, Ranperda tentang pembangunan jangka panjang, Ranperda tentang penyedotan kakus/MCK, Ranperda tentang pengelolaan tentang pinjaman dana bagi Koperasi, Usaha kecil dan menengah. Ranperda tentang retribusi izin usaha pengelolaan sarang walet, ranperda tentang retribusi pos terminal, ranperda tentang pengelolaan PDAM Tirta Kualo dan ranperda tentang retribusi persampahan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1253



29. Pedagang Sukaramai Bakar Diri

Harian Global, 16 Juni 2009

Written by Dedi

Divonis terjangkit HIV/AIDS, membuat Amin alias Feng Khuat frustasi. Pedagang kain Sukaramai itu nekad mengahiri hidup dengan cara membakar diri.

Ayah dua anak itu meregang nyawa di dalam kamar tidur lantai dua rumahnya Jalan Keruing Nomor 2P Lingkungan VIII Sekip Medan Petisah. Hampir sekujur tubuhnya melepuh.

Aksi nekat lelaki malang 49 tahun ini diketahui pertama kali oleh Lamsiar (42) perawat pribadinya, Senin (15/6) sekira pukul 08.00 WIB. Lamsiar kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsekta Medan Baru.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1252



30. Napi HIV/AIDS Gantung Diri

Warta Kota, 16 Juni 2009

Jatinegara,Warta Kota

Diduga karena depresi akibatkan penyakit HIV/AIDS yang diidapnya, SL (30) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pintu kamar jenazah Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Senin (15/6) petang.

Informasi dihimpun, narapidana yang tengah menjalani hukuman 1 tahun 3 bulan itu gantung diri menggunakan kain sprei yang dililit-lilit menjadi tali gantungan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1251



31. Seks Bebas Transmisi HIV Tertinggi

Warta Kota, 16 Juni 2009

Palmerah, Warta Kota

Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia, berdasarkan laporan Ditjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen Kesehatan RI, terus meningkat. Bergonta-ganti pasangan seksual merupakan bentuk transmisi HIV tertinggi.

Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala Sari, mengatakan pada Selasa (16/6), jumlah kasus HIV dan AIDS setiap tahun semakin meningkat karena banyak masyarakat yang tertular dan baru mengetahui berpenyakit HIV dan AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1250



32. PMI Buka Layanan Informasi HIV/ AIDS

Tribun Kaltim, 16 Juni 2009

TARAKAN - Guna menanggulangi penyebaran HIV/ AIDS, Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan membuat hotline HIV/AIDS. Dengan hotline ini masyarakat dapat mengetahui semua informasi mengenai HIV/AIDS.

Untuk mengetahui informasi ini masyarakat cukup mengirim SMS ke 3525. Cara mengirim SMS ketik: Keyword kirim ke 3525. Contoh ketik PMITRKHIV1 kirim ke 3525. Nantinya akan keluar pertanyaan dan jawaban apakah virus HIV?


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1249



33. Kasus HIV/Aids di Indonesia Terus Naik

Tribun Kaltim, 16 Juni 2009

JAKARTA- Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia berdasarkan laporan Ditjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen Kesehatan RI terus meningkat.

Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala Sari, di Jakarta, Selasa (16/6) mengatakan, jumlah kasus HIV dan AIDS tersebut setiap tahunnya semakin meningkat karena banyak masyarakat yang tertular dan baru mengetahui berpenyakit HIV dan AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1248



34. Jumlah Kasus HIV/AIDS Terus Meningkat

Suara Merdeka, 16 Juni 2009

Jakarta, CyberNews. Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia berdasarkan laporan Ditjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen Kesehatan RI terus meningkat. Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala Sari, di Jakarta, Selasa (16/6) mengatakan, jumlah kasus HIV dan AIDS tersebut setiap tahunnya semakin meningkat karena banyak masyarakat yang tertular dan baru mengetahui berpenyakit HIV dan AIDS.

Menurut Eki, dalam triwulan Januari hingga Maret 2009 dilaporkan tambahan kasus AIDS mencapai 854 kasus dan pengidap infeksi HIV mencapai 114, sehingga sampai saat ini total penambahan selama triwulan pertama 2009 mencapai 968 kasus.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1247



35. 4 Warga OKI Positif Idap HIV/AIDS

Koran SINDO, 16 Juni 2009

KAYUAGUNG(SI) – Hingga Juni 2009,empat warga Kabupaten OKI positif terinfeksi virus HIV/AIDS. Dinas Kesehatan diminta melakukan sosialisasi intensif terkait bahaya penyakit tersebut.

“Masalah HIV/AIDS ini perlu dicermati bersama agar tidak menular ke banyak orang,” kata Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten OKI Ismail Faisol di sela-sela acara sosialisasi pencegahan HIV/ AIDS dan pelayanan VCT/IMS di Aula Kelurahan Cinta Raja,Kecamatan Kota Kayuagung,kemarin.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1246



36. Rokok awal dari narkoba dan HIV/AIDS

Waspada Online, 15 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Seseorang yang menghisap rokok merupakan awal dari penggunaan narkoba. Pasca penggunaan narkoba tersebut akan berlanjut kepada bencana lain yakni rentannya tubuh terinfeksi virus HIV/AIDS.

Demikian dikatakan ketua konseling pelayanan Posyansus HIV/AIDS RSUP H Adam Malik Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online, tadi pagi. Rahmad mengatakan, kecanduan narkoba di mulai dari merokok, kemudian generasi muda mulai mencoba berganja dan yang paling parah sabu-sabu.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1245



37. Ditinggal Keluarga, Penderita HIV Bakar Diri

Liputan6, 15 Juni 2009

Liputan6.com, Medan: Seorang lelaki di Medan, Sumatera Utara, tewas bakar diri. Diduga lelaki paruh baya itu bunuh diri karena putus asa terinfeksi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan ditinggalkan keluarganya. Polisi berkesimpulan kasus ini murni bunuh diri.

Lelaki ini didiagnosa menderita HIV/AIDS sejak tahun 2004. Istri dan kedua anaknya entah mengapa justru meninggalkannya. Padahal, penderita HIV/AIDS amat membutuhkan dukungan orang-orang tercinta untuk terus bertahan.(UPI/VIN)


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1244



38. 1.000 Orang Terinfeksi HIV/AIDS di Tangerang

Surya Online, 15 Juni 2009

Senin, 15 Juni 2009 | 9:26 WIB | Posts by: Judi Prasetyo

TANGERANG - SURYA — Sebanyak 1.000 orang dari segala usia di Kabupaten Tangerang, Banten, terbukti positif terinfeksi virus mematikan HIV/AIDS.

“Tahun ini, sebanyak 800 orang terbukti positif terinfeksi HIV dan 200 orang AIDS, mereka tersebar di beberapa kecamatan,” ucap Kepala Bidang Pemberantasan Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang dr Yully Soenar Dewanti di Tangerang, Minggu (14/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1243



39. Tahun ini, 1.000 Orang Terinfeksi HIV/AIDS di Tangerang

Tribun Kaltim, 15 Juni 2009

TANGERANG - Sebanyak 1.000 orang dari segala usia di Kabupaten Tangerang, Banten, terbukti positif terinfeksi virus mematikan HIV/AIDS.

"Tahun ini sebanyak 800 orang terbukti positif terinfeksi HIV dan 200 orang AIDS, mereka tersebar di beberapa kecamatan," ucap Kepala Bidang Pemberantasan Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr Yully Soenar Dewanti, di Tangerang, Minggu (14/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1242



40. Haaah... 1.000 Orang Terinfeksi HIV/AIDS di Tangerang

Kompas.Com, 15 Juni 2009

TANGERANG, KOMPAS.com — Sebanyak 1.000 orang dari segala usia di Kabupaten Tangerang, Banten, terbukti positif terinfeksi virus mematikan HIV/AIDS.

"Tahun ini, sebanyak 800 orang terbukti positif terinfeksi HIV dan 200 orang AIDS, mereka tersebar di beberapa kecamatan," ucap Kepala Bidang Pemberantasan Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang dr Yully Soenar Dewanti di Tangerang, Minggu (14/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1241



41. Ibu Rumah Tangga di Sultra Rawan HIV/AIDS

Republika Online, 15 Juni 2009

KENDARI-- Penyebaran virus HIV/AIDS tidak hanya mengancam kelompok dengan perilaku seks yang tidak aman, tetapi juga telah mengancam kalangan ibu rumah tangga yang suaminya telah terjangkit virus mematikan itu.

Direktur Lembaga Advokasi HIV/AIDS (LAHA) Sultra, Naharuddin di Kendari, Senin menyebutkan, kasus terbaru yang ditemukan sepanjang April-Juni 2009 ini sebanyak lima kasus, di antaranya satu kasus merupakan ibu rumah tangga, sedangkan empat kasus lainnya dari kalangan pekerja migran, pelaut, dan pekerja seks.

Ia mengatakan, pengidap HIV/AIDS di Sultra saat ini telah berjumlah sekitar 97 orang, di antaranya sekitar 59 orang merupakan kaum pria dan 38 orang lainnya dari kaum wanita.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1240



42. Ibu Rumah Tangga Rawan HIV/AIDS

Suara Merdeka, 15 Juni 2009

Kendari, CyberNews. Penyebaran virus HIV/AIDS tidak hanya mengancam kelompok dengan perilaku seks yang tidak aman, tetapi juga telah mengancam kalangan ibu rumah tangga yang suaminya telah terjangkit virus mematikan itu. Direktur Lembaga Advokasi HIV/AIDS (LAHA) Sulawesi Tenggara, Naharuddin di Kendari, Senin (15/6) menyebutkan, kasus terbaru yang ditemukan sepanjang April-Juni 2009 ini sebanyak lima kasus, di antaranya satu kasus merupakan ibu rumah tangga, sedangkan empat kasus lainnya dari kalangan pekerja migran, pelaut, dan pekerja seks.

Ia mengatakan, pengidap HIV/AIDS di Sultra saat ini telah berjumlah sekitar 97 orang, di antaranya sekitar 59 orang merupakan kaum pria dan 38 orang lainnya dari kaum wanita. Menurut Naharuddidn, kendati jumlah wanita dari kalangan ibu rumah tangga yang terjangkit terbilang kecil, tetapi hal ini tetap menjadi sinyal buruk ke depannya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1239



43. Stres, Penderita HIV/AIDS Bunuh Diri

Banjarmasin Post, 15 Juni 2009

MEDAN, SENIN - Seng Khuat, warga Jalan Meranti, Medan, Sumatra Utara (Sumut), bunuh diri, Senin (15/6), akibat stres karena mengidap penyakit HIV/AIDS setahun terakhir.

Korban tewas kehabisan napas setelah membakar seluruh isi kamarnya. Seng Khuat sebelumnya juga pernah mencoba bunuh diri karena penyakitnya yang tidak kunjung sembuh, namun aksinya gagal.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1238



44. Kasus HIV-AIDS Memprihatinkan

Cenderawasih Post, 15 Juni 2009

Pertengahan Juni Capai 405 Kasus

WAMENA -Penyebaran kasus HIV-AIDS di Kabupaten Jayawijaya cukup memprihatinkan. Hingga pertengahan Juni 2009 ini jumlahnya mencapai 405 kasus. Ketua Harian II KPA Jayawijaya, Gaad P Tabuni, SP mengatakan, penyebaran virus tersebut sangat cepat sehingga semua pihak harus memerangi penyakit yang belum ada obatnya itu.

Gaad P Tabuni, SP yang juga Asisten II Setda Jayawijaya minta agar semua pihak memikirkan bagaimana mengatasi hal itu. Dikatakan, banyaknya tempat hiburan yang sudah tutup adalah dampak positif dari diterapkannya Peraturan Daerah (Perda) larangan Miras di Jayawijaya, namun ternyata tidak terlalu berpengaruh karena yang masuk ke dalam tempat hiburan tersebut adalah orang yang mempunyai uang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1237



45. Positif AIDS, TKW Indonesia di Arab ditahan

Waspada Online, 14 Juni 2009

ANANTA POLITAN BANGUN

AL JOUF - Karena diketahui terkena penyakit menular dari virus HIV. Seorang TKW asal Indonesia yang identitasnya dirahasiakan ditahan pemerintah Arab Saudi, guna menghindari kemungkinan penyebaran penyakit global tersebut lebih luas di Arab Saudi.

Salah seorang sumber memberitahukan bahwa wanita, yang diduga datang dari Indonesia sejak dua bulan lalu, tersebut teridentifikasi mengidap AIDS di Rumah Sakit Umum Al Qurayat. Pihak RSU tersebut mengetahuinya, ketika wanita dari Indonesia tersebut mengikuti pemeriksaan rutin.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1236



46. Kasus AIDS Melonjak

Pikiran Rakyat, 14 Juni 2009

YOGYAKARTA,(PRLM).- Pelaporan kasus AIDS di dalam negeri terlalu sedikit jumlahnya. Padahal United Nations Programme on HIV and AIDS (UNAIDS) mencatat terjadi lonjakan kasus HIV/AIDS. Lembaga dunia penanggulangan HIV/AIDS merilis 19 kali lipat jumlah kasus penyakit lenyapnya daya immun atau ketahanan tubuh selama 2008.

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPA) mencatat hanya sebanyak 17.998 orang/kasus HIV/AIDS di Indonesia per Maret 2008. Jauh lebih kecil dibanding catatan UNAIDS sebanyak 270.000 kasus HIV/AIDS.

"Maknanya, jumlah kasus HIV/AIDS terdapat lebih dari 19 kali lipatnya kasus yang tercatat dan terlaporkan di tingkat nasional," kata Manajer Asri Medical Centre (AMC) Dr. Agus Widiatmoko,SpPD.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1235


Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effecctive

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org 

 



Sun Jun 21, 2009 11:55 pm

komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #227 of 236 |
Expand Messages Author Sort by Date

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 11 May 2009 Sampai Tanggal: 18 May 2009 _____ 1. 73% Penularan HIV di Subang Akibat Seks Bebas ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
May 18, 2009
7:38 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 25 May 2009 Sampai Tanggal: 1 June 2009 _____ 1. Malam renungan AIDS Nusantara 2009 Waspada...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jun 1, 2009
1:34 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 1 June 2009 Sampai Tanggal: 8 June 2009 _____ 1. Mulai Takut Modif Alat Kelamin Manado Post, 06...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jun 8, 2009
1:11 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 15 June 2009 Sampai Tanggal: 22 June 2009 _____ 1. Anak jalanan rentan terinfeksi HIV/AIDS ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jun 22, 2009
12:00 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 20 July 2009 Sampai Tanggal: 27 July 2009 _____ 1. GMIM Tangkal HIV/AIDS Manado Post, 25 Juli...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jul 27, 2009
1:48 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 24 August 2009 Sampai Tanggal: 31 August 2009 _____ 1. Tiga Pelayan Pub di Lembata Mengidap HIV ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Aug 31, 2009
1:37 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 5 October 2009 Sampai Tanggal: 12 October 2009 _____ 1. 103 Warga Tewas karena AIDS Kaltim Post...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Oct 12, 2009
12:37 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 12 October 2009 Sampai Tanggal: 19 October 2009 _____ 1. KELEMBAGAAN: BNP akan Optimalkan...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Oct 19, 2009
1:45 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help