|
1. Mulai Takut Modif Alat
Kelamin
Manado
Post, 06 Juni 2009
PENYAKIT menular seksual (PMS), saat ini, terstigma hanyalah AIDS. Padahal,
banyak ragam penyakit seksual. Penyakit ini timbul akibat kegiatan seksual,
menyerang organ-organ seksual, serta ditularkan melalui hubungan seksual.
Di Sulut, malah penyakit kelamin ada yang timbul karena tindakan sebagian
orang yang suka memdandani alat vitalnya.
Informasi dihimpun, banyak pejabat Sulut telah mempermak alat kelaminnya.
Mulai menyuntik silikon hingga pemasangan hagel. Pemugaran alat kelamin ini
banyak dilakukan para pejabat saat berada di luar daerah. Tujuannya, agar
pasangan seks-nya mengalami kenikmatan lebih dari biasanya. Tapi tak
jarang, akibat tindakan ini ada alat vital pemakainya mengalami masalah
ganda: aksesori yang terganggu hingga terjangkit PMS, akibat ingin
membuktikan moncernya aksesori itu. “Sejak ada kasus pemasangan hagel
bermasalah, banyak orang penting di Sulut mulai takut melakukan hal
serupa,” tukas salah satu sumber.
Penyakit seksual bisa menular umumnya paling dikenal adalah AIDS, sipilis
atau gonore. Kedua terakhir menyerang organ seksual. Umumnya orang
menganggap bahwa penyakit seksual idem dito dengan jenis penyakit seksual
menular. Namun tidak seperti anggapan orang bahwa PMS adalah kasus langka.
PMS merupakan kasus umum.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1203
2. 199 Penderita HIV/AIDS Meninggal
Timor
Express, 06 Juni 2009
NTT
Kantongi 671 Penderita HIV/AIDS
KUPANG, Timex-Berdasarkan data distribusi kasus HIV/AIDS di tingkat sejak
tahun tahun 1997 hingga Mei 2009, NTT mengantongi 671 orang penderita, 199
orang telah meninggal dunia.
Demikian data yang dihimpun Timor Express, Jumat kemarin dari Bidang P2MK
(Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan) seksi P2P (Pencegahan dan
Pemberantasan Penyakit) Dinas Kesehatan NTT.
Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr. Stefanus Bria Seran, MPH., mengurai bahwa
dari 21 kabupaten di NTT yang melaporkan adanya kasus HIV/AIDS yakni 16
kabupaten, sedangkan lima kabupaten lainnya yakni Rote Ndao, Sumba Tengah,
Manggarai Timur, Sumba Barat Daya, dan Sabu Raijua belum melaporkan adanya
kasus tersebut.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1202
3. Ditemukan Gizi Buruk dan Anak
Penderita AIDS
Timor Express, 06
Juni 2009
Wagub
Kunjungi Panti Rehabilitasi Gizi Haliwen
KUPANG, Timex - Dalam kunjungannya ke Kabupaten Belu, Rabu lalu, Wagub NTT
Esthon L Foenay selain meresmikan GOR Rai Belu serta melantik Pengurus KONI
Belu, juga menyempatkan diri mengunjungi panti rehabilitasi gizi anak
Haliwen.
Dalam kunjungannya ke panti tersebut, Wagub yang didampingi ketua DPRD NTT,
Mell Adoe serta Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus, Karo Kesra Setda NTT,
Filemon da Lopez serta Kabid Keolahragaan Dinas PPO NTT, Ary Moelyadi
menyempatkan diri melihat dari dekat kondisi panti mulai dari ruang
perawatan hingga dapur dan berdiskusi dengan pengelola panti, Antonia Lau
soal pengelolaan panti dan penanganan gizi buruk terhadap anak-anak yang
dirawat.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1201
4. Latih mandikan ODA
Duta Masyarakat, 06
Juni 2009
Enggannya masyarakat untuk memandikan mayat pengidap HIV/Aids mendapat
perhatian serius dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Lamongan.
Agar tidak takut dan tertular tertular penyakit mayat pengidap penyait
mematikan itu, sebanyak 100 modin akan digelar pelatihan memandikan mayat
HIV/Aids atau orang dengan HIV/Aids (ODA).
Sekretaris KPAD Lamongan, Luluk Humam, mengatakan rencana pelatihan bagi
modin itu sebagai respon terhadap enggannya masyarakat memandikan jenazah
ODA. Pelatihan para modin itu nantinya akan digelar pada medio tribulan
ketiga tahun ini atau sekitar bulan Juli hingga September.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1200
5. Waspada Teror HIV/AIDS
Manado
Post, 05 Juni 2009
Peliput
Fadjrin Lamato,Ronald Mokoginta, Firman Toboleu,Stenly Lontoh
KESADARAN warga Sulawesi Utara (Sulut) tetap berperilaku hidup sehat dan
tidak menyimpang sangat penting. Hal ini guna mencegah terjadinya
penyebaran penyakit HIV/AIDS. Acquired Immunodeficiency Syndrome atau
Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS, merupakan sekumpulan gejala dan
infeksi (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh
manusia akibat infeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Orang yang terkena virus ini menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik
atau mudah terkena tumor. Meski penanganan yang telah ada dapat
memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit tersebut belum benar-benar
bisa disembuhkan.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1199
6. Pasien HIV/AIDS Membeludak, Bed
Ditambah
Koran SINDO, 05
Juni 2009
SURABAYA (SI)
– Pasien HIV/ AIDS yang terus membeludak dan tidak tertampung di
ruang rawat inap Unit Perawatan Intermediet dan Penyakit Infeksi (UPIPI)
RSU dr Soetomo bakal sedikit teratasi.
Sebab, rumah sakit milik Pemprov Jatim ini akan menambah lagi 15 unit
tempat tidur (bed) di ruang peralihan. Menurut Wakil Direktur Pelayanan
Medik (Wadir Yanmed) RSU dr Soetomo, dr Urip Murtejo SpB KL,penambahan 15
unit tempat tidur ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi
membeludaknya pasien HIV/AIDS yang perlu menjalani rawat
inap.”Jadi,nanti total ada 27 tempat tidur khusus untuk pasien
HIV/AIDS.Selain itu,masih ada tempat tidur tambahan yang disediakan jika
sewaktu-waktu pasien lebih membeludak,” ujarnya kemarin.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1198
7. Sumut miliki 1609 kasus HIV/AIDS
Waspada Online, 05
Juni 2009
FIRMAN SUCI
ANANDA
MEDAN - Hingga
pertengahan Maret 2009, Sumatera Utara tercatat memiliki 1609 kasus AIDS.
"Virus berbahaya ini telah menjangkiti banyak anak muda di Sumatera
Utara. Banyak sebab yang menjadi alasan penyebaran virus ini," ucap
Koordinator CHS (Center for Health Services), Zailani, kepada Waspada
Online, tadi pagi.
Menurutnya, rata-rata penyebaran virus tersebut diakibatkan karena perilaku
Heteroseksual dari para remaja. "Sekitar 314 kasus untuk HIV positif
dan 480 untuk AIDSU menjangkiti anak muda Sumut dalam penyebaran
HIV/AIDS," katanya.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1197
8. HIV/AIDS bukan alasan tepat
pelarangan nikah
Waspada Online, 05
Juni 2009
FIRMAN SUCI
ANANDA
MEDAN - Terkait
peringatan Departeman Agama baru-baru ini mengenai pelarangan bagi siapa
saja yang menderita penyakit HIV/AIDS untuk menikah, ditentang oleh (CHS)
Centre for Health Services Medan.
Kordinator eksekutif CHS, Zailani, kepada Waspada Online, tadi sore,
diruang kerjanya menegaskan bahwa menikah bukan faktor penyebab penularan
HIV-AIDS, justru menikah merupakan perbuatan yang halal.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1196
9. 85 Persen Kasus AIDS Tak
Terdeteksi
Surya Online, 05
Juni 2009
Jumat, 5 Juni 2009 | 11:49 WIB | Posts by: Judi Prasetyo
JAKARTA - SURYA- Kasus sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (AIDS) baru
terdeteksi 15 persen dari angka proyeksi, 85 persen lainnya belum
terdeteksi serta tersentuh layanan pemeriksaan maupun pengobatan.
Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi di
Jakarta, Rabu, hingga Maret 2009 secara kumulatif kasus AIDS yang terdeteksi
sebanyak 16.964 kasus, sementara proyeksi jumlah kasusnya diperkirakan
169.230 sampai 216.820 kasus.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1195
10. Papua Dipastikan Ikut Kongres
AIDS di Bali
Cenderawasih Pos, 05
Juni 2009
JAYAPURA-Rencananya 9-13 Agustus nanti, Bali akan menjadi tuan rumah
International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9,
kongres AIDS terbesar di kawasan Asia-Pasifik ini.
Sebanyak 3 000 peserta dari 51 negara Asia
dan 14 negara Pasifik diperkirakan hadir dalam kongres ini. Dari 3000
peserta ini, dipastikan hampir seluruh KPA kabupaten/kota dan KPA Provinsi
Papua akan mengambil bagian.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1194
11. RSU Rawat 10 Pengidap HIV/AIDS
Timor
Expess, 05 Juni 2009
Data Rekam Medik Sejak Januari
KUPANG, Timex-Meskipun belum diketahui perbandingan pasien pengidap
HIV/AIDS dari tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, namun yang jelas
menurut data rekam medik RSU Prof. DR. WZ. Yohanes Kupang, bahwa untuk
tahun 2009 pengidap penyakit tersebut sebanyak 10 kasus.
Kepala Bagian perencanaan dan rekam medis, drg. Maria Krisidea Stiyawati
kepada koran ini, saat dimintai keteranganya, Kamis (4/6) kemarin via
ponsel menyebutkan bahwa dalam 10 kasus yang ditangani RSU Yohanes tersebut
hingga kemarin belum ada yang meninggal dunia.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1193
12. Cegah AIDS, Global Fund Kucurkan
Rp12,6 Miliar
Riau Pos, 05
Juni 2009
PEKANBARU (RP) -Lembaga asing Global Fund segera mengucurkan dana sebesar
Rp12,6 miliar untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids di Riau.
Anggaran sebesar itu bakal diterima pada 1 Juli 2009 mendatang. Dana ini
dipergunakan hingga 31 Juli 2011 nanti.
Hal ini diungkapkan Sekretaris KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Nasional Dr
Nafsiah Mboi SpA MPH kepada wartawan, Kamis (4/6), usai bertemu dengan
Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1192
13. 800 pengidap HIV/AIDS di Maluku
Waspada Online, 04
Juni 2009
AMBON - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Maluku
sejak 1994 hingga periode Maret 2009 mencapai 800 orang, 489 mengidap HIV
dan 311 sudah dinyatakan positif AIDS.
"Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan sisanya
17 persen berusia 40-60 tahun," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan
AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis di Ambon, tadi malam.
Ia mengungkapkan, 64 persen penderita berjenis kelamin perempuan,
kebanyakan penjaja seks komersial, dan 36 persen laki-laki.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1191
14. Koordinasi Penanganan di Kota
Medan Lemah
Koran SINDO, 04
Juni 2009
MEDAN (SI) – Penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di Kota Medan masih
jauh dari harapan.Pasalnya, dana yang cukup dan keberadaan lembaga swadaya
masyarakat (LSM) peduli AIDS tidak didukung koordinasi antar stakeholder.
Seorangpenggiat AIDSBadurani Lubis yang pendiri Galatea mengungkapkan, Kota
Medan sudah termasuk dalam kategori lampu merahuntukpenanggulangan AIDS.
“Jangan tanya soal dana, kami punya banyak dan berlimpah. Lalu soal
LSM,banyak LSM yang sangat peduli dengan AIDS.Semua kita punya. Namun, jika
kita berjalan sendiri- sendiri tanpa ada koordinator dan mediasinya, ya
tentu sulit menangani persoalan,” ungkapnya.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1190
15. Kasus AIDS Dekati 17 Ribu
Radar Timika Online, 04
Juni 2009
JAKARTA -
Persebaran kasus AIDS di tanah air terus menunjukkan perkembangan luar
biasa. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menyebut, secara
kumulatif hingga Maret 2009 tercatat 16.964 kasus AIDS. Tingginya angka itu
disebabkan masih terbatasnya sumberdaya, baik tenaga kesehatan maupun akses
atas fasilitas pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan.
"Tren persebaran AIDS terus meningkat. Karena itu, harus ada perhatian
lebih dari pemerintah," ujar Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi kemarin
(3/6).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1189
16. Kasus AIDS Dekati 17 Ribu
Pos Metro Balikpapan
Online, 04 Juni 2009
JAKARTA--Penyebaran
kasus AIDS di tanah air terus menunjukkan perkembangan luar biasa. Komisi
Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menyebut, secara kumulatif hingga Maret
2009 tercatat 16.964 kasus AIDS. Tingginya angka itu disebabkan masih
terbatasnya sumberdaya, baik tenaga kesehatan maupun akses atas fasilitas
pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan.
"Tren persebaran AIDS terus meningkat. Karena itu, harus ada perhatian
lebih dari pemerintah," ujar Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi kemarin
(3/6).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1188
17. HIV/AIDS Di Maluku Capai 800
Kasus
Harian Berita Sore, 04
Juni 2009
Ambon ( Berita ) : Jumlah pengidap HIV/AIDS di
Maluku sejak 1994 hingga periode Maret 2009mencapai 800 orang, 489 mengidap
HIV dan 311 sudah dinyatakan positif AIDS.
“Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan
sisanya 17 persen berusia 40-60 tahun,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan
AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis, kepada ANTARA di Ambon, Rabu
[03/06] .
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1187
18. 233 Penduduk Manado Terinfeksi HIV/AIDS
Republika Online, 04
Juni 2009
MANADO-- Jumlah orang yang terinfeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus)
dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) di Manado, Sulawesi Utara,
hingga akhir Mei 2009, mencapai 233 orang.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas
Kesehatan Manado, Drs. Noldi Mandolang, Bsc. mengemukakan hal itu di
Manado, Kamis.
"Orang yang terinfeksi HIV/AIDS di Manado sudah banyak dan lebih dari
dua ratus orang, tetapi ada yang berasal dari luar dan terdata di Kota
Manado," katanya.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1186
19. Lembaga Asing Bantu Riau Rp 12,6
M untuk Tanggulangi HIV/AIDS
Berita Riau, 04
Juni 2009
Upaya penanggulangan HIV/AIDS di Riau mendapatkan sokongan asing. Sebuah
lembaga mengucurkan bantuan sebesar Rp 12,6 miliar.
Riauterkini-PEKANBARU- Upaya penanggulangan sekaligus pencegahan penyebaran
virus HIV/AIDS di Riau tahun ini diharapkan lebih maksimal. Pasalnya,
selain mendapatkan bantuan dari APBD Riau, juga ada kucuran dana sebesar Rp
12,6 miliar dari Global Fund, sebuah lembaga dunia non-profit yang
didirikan khusus penanggulangan HIV/AIDS, TBC dan malaria.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1185
20. Dua Ibu Rumah Tangga Idap
HIV/AIDS
Timor Express, 04
Juni 2009
Kini
Diopname di RSU Kupang
KUPANG, Timex--Berdasarkan data baru yang dikantongi oleh Komisi
Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang, terdapat penambahan dua
pengidap virus mematikan, HIV/AIDS di Kota Kupang. Keduanya adalah ibu
rumah tangga, yang kini sedang menjalani perawatan di RSU Kupang.Sekretaris
KPAD Kota Kupang, Bastian Benufinit, kepada Timor Express, selasa (2/6)
lalu di Balaikota menjelaskan adanya fakta itu.
Ia mengurai, kedua ibu rumah tangga yang demi kenyamanan mereka, identitasnya
dirahasiakan. "Kita sudah identifikasi, seorang ibu sudah empat hari
diopname di RSU Kupang. Ibu ini sudah beberapa bulan yang lalu melahirkan
dan anaknya juga kemungkinan juga mengidap virus ini,"jelasnya.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1184
21. 85 Persen Kasus AIDS Tidak
Terdeteksi
Harian Analisa, 04
Juni 2009
Jakarta, (Analisa)
Kasus sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (AIDS) baru terdeteksi 15 persen
dari angka proyeksi, 85 persen lainnya belum terdeteksi serta tersentuh
layanan pemeriksaan maupun pengobatan.
Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi di
Jakarta, Rabu, hingga Maret 2009 secara kumulatif kasus AIDS yang
terdeteksi sebanyak 16.964 kasus, sementara proyeksi jumlah kasusnya
diperkirakan 169.230 sampai 216.820 kasus.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1183
22. HIV/AIDS di Jabar 4.520 Kasus
Galamedia, 04
Juni 2009
KUNINGAN,(GM)-
Kepengurusan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kab. Kuningan yang memiliki
kepedulian terhadap perkembangan HIV dan AIDS dilantik. Kepengurusan KPA
masa bakti 2009-2014 ini dilantik oleh Sekretaris KPA Jawa Barat, Dr.
Ruhiyat, M.Si., Rabu (3/6) di Pendopo Setda Kuningan.
Ruhiyat menyebutkan, data kasus HIV dan AIDS di Jawa Barat hingga Maret
2009, tercatat sebanyak 4.520 orang terjangkit virus mematikan tersebut,
terdiri atas 2.682 penderita AIDS dan 1.838 HIV. Sebanyak 70% berada pada
kelompok usia produktif, 20-39 tahun, dan faktor risiko penyebab terbesar
67% akibat jarum suntik.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1182
23. Rp.12,6 Miliar Tanggulangi
HIV/AIDS di Riau
RiauInfo.com, 04
Juni 2009
GLOBAL FUN
TEMUI KPA RIAU...
Surya
PEKANBARU (RiauInfo) - Lembaga Dunia non profit, Global Fund, secara resmi
menyatakan penyaluran bantuan untuk pencegahan penenggulangan penyebaran
virus HIV/AID ke Provinsi Riau. Lembaga dunia penanggulangan HIV/AIDS, TBC
dan malaria ini menyalurkan bantuan Rp.12,6 miliar untuk penanggulangan
HIV/AID di Riau tahun ini.
Sekretaris Komisi Nasional Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, Nafsiah
Mboy, secara langsung datang menemui Wakil Gubernur Riau Raja Mambang Mit
yang juga menjabat ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau, Kamis
(4/6/2009) ini di Pekanbaru.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1181
24. Cegah HIV, Pasangan Calon
Pengantin Wajib Tes Kesehatan
Bengkulu Express, 04
Juni 2009
Terkait hal itu. Wakil Gubernur HM Syamlan Lc meminta semua masyarakat
Bengkulu untuk mewasdai dan berhati-hati terhadap penyakit itu. Salah
satunya dengan cara menjaga pergaulan yang baik. Selain itu, Syamlan
mengingatkan bagi pemuda-pemudi yang mau nikah jangan sampai tertipu dengan
mendapatkan pasangan yang sudah terkena HIV/AIDS.
Bahkan, dikatakan Syamlan, saat ini Departemen Agama (Depag) Bengkulu minta
mengkaji perlunya tes kesehatan terhadap pasangan yang akan menikah. Bahkan
itu dijadikan salah satu persyaratan pernikahan. Supaya, pasangan yang akan
menikah itu tahu apakah calon suami, atau calon istrinya itu bebas dari
penyakit HIV/AIDS. Jika mereka sudah mengetahui jika salah satu pasangannya
itu mengidap HIV, tapi mereka tetap akan menikah, ya tidak masalah, asal
mau menanggung risikonya, katanya.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1180
25. 800 Pengidap HIV/AIDS di Maluku
Antara News, 04
Juni 2009
Ambon (ANTARA News) - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Maluku sejak 1994 hingga
periode Maret 2009 mencapai 800 orang, 489 mengidap HIV dan 311 sudah
dinyatakan positif AIDS.
"Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan sisanya
17 persen berusia 40-60 tahun," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan
AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis, kepada ANTARA di Ambon, Rabu.
Ia mengungkapkan, 64 persen penderita berjenis kelamin perempuan,
kebanyakan penjaja seks komersial, dan 36 persen laki-laki.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1179
26. People with deadly virus continue
to face stigma
the Jakarta Post Online, 03
Juni 2009
Luh De
Suriyani, The Jakarta Post , Denpasar | Wed,
06/03/2009 2:35 PM | Bali
Thirty-three-year-old Nyoman Masni looked nervous as she received
antiretroviral treatment - to prevent the transmission of HIV to her unborn
baby - at Sanglah General Hospital, in Denpasar, last Wednesday.
Masni, a resident of Klungkung regency, works as a street
cleaner."Please, don't tell my family and neighbors that I am having
thistreatment because I would be exiled from the community," she
pleaded.
Masni is undergoing antiretroviral therapy (PMTCT) at the hospital and is
six months pregnant with her fifth baby. She is very skinny and pale.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1178
27. Di Minut HIV AIDS Meningkat
Berita Manado, 03
Juni 2009
Minut. Pertambahan penderita HIV AIDS di kabupaten Minahasa Utara
mengkhawatirkan. Menurut data yang ada di Dinas Kesehatan Minahasa Utara,
tahun 2008 lalu, terdapat penderita HIV 19 orang, dan AIDS 14 orang. Namun
di tahun 2009, terjadi peningkatan. Penderita HIV 21 orang, sedangkan
penyandang AIDS sebanyak 15 orang.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1177
28. Jumlah pengidap HIV/AIDS di Sumut
meningkat
Waspada Online, 03
Juni 2009
PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN - Pengidap Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency
Syndrome (HIV/AIDS) di Sumatera Utara diperkirakan mengalami peningkatan.
Hal ini dapat dilihat dari jumlah kunjungan pasien HIV/AIDS ke RSUP H Adam
Malik yang mencapai 150 orang sampai akhir Mei ini.
"Kita akui pasien HIV/AIDS semakin bertambah," kata koordinator
klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) Pusat Pelayanan Khusus RSUP H
Adam Malik, Rahmad Nur Kurniawan kepada Waspada Online di Medan, tadi
siang.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1176
29. Forum AIDS Se-Asia Pasifik Akan
Digelar di Bali
Tempointeraktif, 03
Juni 2009
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bali akan menjadi tuan rumah Kongres
Internasional AIDS se Asia dan Pasifik (ICAAP) yang ke-9 pada 9-13 Agustus
mendatang. "Kami harap kongresnya nanti tidak terkotak-kotak antara
medis, sosial maupun akademisi," ujar Wakil Ketua Panitia Kongres Samsuridjal
Djauzi dalam temu wartawan di Menara Eksekutif Jakarta (3/6).
Diakuinya ketika kongres AIDS ditemukan forum dimana akademisi hanya mau
berkumpul dengan sesamanya, begitu pula ahli medis dengan ahli medis. Maka
dalam forum ini nantinya, Samsuridjal berjanji pengkotak-kotakan itu tak
lagi terjadi.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1175
30. Lelaki Penyuka Seks Komersial Tak
Suka Kondom
Tempointeraktif, 03
Juni 2009
TEMPO Interaktif, Jakarta: Evaluasi Komisi Nasional AIDS Indonesia
menunjukkan hanya 35 persen lelaki penyuka seks komersial yang memakai
kondom. "Kalau yang makai kondom secara konsisten 60 persen saja,
angka kasus baru AIDS akibat seks komersial akan turun drastis," papar
Sekretaris Komisi Nasional AIDS Nafsiah Mboi di Menara Eksekutif Jakarta
Rabu (3/6)
Lelaki pemakai seks komersial di Indonesia diakuinya tidak menyukai memakai
kondom. Padahal 50 juta wanita di Asia yang terinfeksi HIV berasal dari
suaminya yang suka menjalani seks komersial. Tapi Nafsiah mencatat
penggunaan kondom diantara pekerja seks komersial berdasarkan data
Integrated Biological Behavioral Surveillance (IBBS), mengalami peningkatan
dari 25 persen (2002) menjadi 34,8 persen (2007). Menurutnya ini kemajuan
yang bagus, meski kuncinya ada di kesediaan pihak laki-laki untuk memakai
kondom.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1174
31. Kongres AIDS Asia Pasifik Digelar
di Bali
Okezone.com, 03
Juni 2009
Dewi Arta -
Okezone
MENDENGAR Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) memang momok yang
sangat menakutkan. Apalagi jumlah penderita AIDS semakin meningkat dan
tanpa pandang bulu membidik penderitanya.
Merespons makin besarnya tantangan dalam menghadapi masalah AIDS di wilayah
Asia-Pasifik, maka pada 9-13 Agustus mendatang akan diselenggarakan
International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9 di
Bali. Sebanyak 3.000 peserta dari 51 negara Pasifik diperkirakan hadir
dalam kongres ini.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1173
32. Ayah, Ibu, dan Anak Terinfeksi
HIV
Suara Merdeka, 03
Juni 2009
GROBOGAN Tiga warga di Kecamatan Tegowanu, yang terdiri atas ayah, ibu dan
anak diketahui mengidap virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Mereka
adalah TH (29), H (22), dan PAW (4), yang baru saja pulang dari merantau di
Makasar Sulawesi Selatan.
TH, selama berada di luar Jawa menghidupi keluarganya sebagai buruh
bangunan. Keluarga itu diketahui terinfeksi virus yang menyerang sistem
kekebalan tubuh, setelah memeriksakan diri, ke RSUD Kota Semarang beberapa
waktu lalu.
"Keluarga itu memang baru saja pulang dari Makasar. Kepulangannya,
juga karena TH menderita depresi ketika bekerja disana," kata Plh
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan dokter Johari Angkasa kepada wartawan
Selasa siang.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1172
33. 68 Pengidap HIV/AIDS di Sumsel
Meninggal
Koran SINDO, 03
Juni 2009
PALEMBANG(SI) – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sumsel
melansir jumlah kasus HIV/ AIDS di Sumsel semakin meningkat dari tahun ke
tahun.
Berdasarkan data Maret 2009 pengidap HIV sebanyak 437 kasus,AIDS sebanyak
192 kasus yang tersebar di 13 kabupaten/kota.Dan di antaranya 68 orang
telah dinyatakan meninggal dunia. Ketua KPA Provinsi Sumsel H Eddy Yusuf
yang juga Wakil Gubernur Sumsel mengatakan, epidemi HIV/AIDS setiap
tahunnya meningkat.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1171
34. HIV AIDS Menggurita di Sintang
Equator News Online, 03
Juni 2009
57 Orang Positif, 11 Tewas
SINTANG. Fenomena gunung es untuk menggambarkan penyebaran virus HIV/AIDS
terjadi di Kabupaten Sintang, Melawi dan Sekadau. Dalam kurun waktu tiga
tahun terakhir, jumlah penderita meningkat. Didominasi para Pekerja Seks
Komersial (PSK), bahkan dua Waria positif terkena virus mematikan itu. Data
dari Volunteer Counseling and Testing (VCT) di RSUD Ade M Djoen Sintang
yang meliputi wilayah kerja tiga kabupaten itu mencatat pada Januari-Maret
2009 terjadi penambahan penderita sebanyak 17 orang. Setiap tahunnya memang
bertambah. Pada 2006 hanya 9 orang penderita, 2007 naik menjadi 14 orang,
kemudian pada 2008 naik menjadi 17 orang. Jumlah total Orang Dengan
HIV/AIDS (ODHA) yang sudah terinfeksi virus Human Immunodeficiency Virus
(HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) mencapai 57 orang. Dari
jumlah tersebut, 11 orang di antaranya sudah meninggal dunia. Dari 57 orang
penderita, 35 orang di antaranya perempuan, laki-laki 20 orang dan waria 2
orang. Selain itu, 3 orang sudah melahirkan dan 1 orang bayinya positif terinfeksi.
Rata-rata yang terjangkit adalah orang dengan usia produktif 15-25 tahun.
"Angka penderita itu diperkirakan akan terus bertambah pada 2009
ini," kata Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang dr H Sidiq Handanu
Widoyono MKes, kepada Equator, Selasa (2/6) di ruang kerjanya, kemarin.
Kondisi itu menyebabkan perlunya digencarkan sosialisasi oleh para petugas
lapangan. Sasarannya untuk menggiring orang dengan risiko tinggi terkena
virus tersebut. Bahkan dalam setahun ditargetkan bisa memeriksakan sekitar 900
orang di klinik VCT. "Tiap tahun cenderung meningkat. Kita harapkan
semakin banyak yang memeriksakan diri di VCT ini," terang Handanu.
Terkait stock obat dan peralatan di klinik, Handanu menyatakan tidak ada
masalah karena dalam kondisi siap meskipun terjadi lonjakan penderita.
Adapun obat-obatan itu meliputi Nepiral dan Dupiral. Namun, demikian untuk
orang yang berisiko tinggi terkena virus tersebut, diharuskan memeriksakan
diri setiap 3 bulan sekali di VCT. Sementara Indra, salah seorang petugas
lapangan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang aktif sosialisasi serta
menggiring orang yang berisiko tinggi terkena HIV-AIDS mengatakan, tetap
berkomitmen menangani hal ini. "Walaupun saya hanya petugas lapangan,
kita tetap komitmen. Target kita dalam sehari, satu orang atau lebih dapat
memeriksakan diri di VCT," ungkapnya. (sry).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1170
35. Seorang Balita Meninggal karena
AIDS
Pikiran Rakyat, 02
Juni 2009
SUKABUMI, (PRLM).-Penderita AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di
Kota Sukabumi terus mengalami peningkatan. Hingga awal Juni 2009 ini,
jumlah penderita yang terjangkit human immunodeficiency virus (HIV) sudah
mencapai 317 orang. Dari sebanyak itu, terdata 187 orang penderita AIDS.
Bahkan dari sebanyak itu penderita masih berusia bayi lima tahun (Balita).
Dan satu orang balita dinyatakan meninggal karena menderita AIDS.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1169
36. Bapas jalin kerjasama tingkatkan
kualitas PK
Waspada Online, 02
Juni 2009
JAKARTA - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas I Jakarta Pusat menjalin
kerjasama dengan beberapa lembaga guna meningkatkan kualitas klien
pemasyarakatan dan petugas pembimbing kemasyarakatan (PK).
Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas
Indonesia (UI) dan Yayasan Pelita Ilmu dalam acara peresmian gedung Bapas
Klas I Jakarta Pusat, Senin.
"Kapasitas Bapas besar sementara SDM (sumber daya manusia) sedikit dan
kualitasnya tidak begitu bagus," kata kepala Bapas Klas I Jakarta
Pusat, Priyadi usai acara.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1168
37. Sulit mencegah transaksi seks
terhadap remaja
Waspada Online, 02
Juni 2009
PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN - Sulit untuk mengatasi terjadinya transaksi seks yang sering
dilakukan terhadap kaum remaja pada saat ini, terutama kaum remaja di
Sumatera Utara. Demikian penuturan ketua VCT (Voluntary and Counseling
Testing) Posyansus (Pos Pelayanan Khusus) dan ketua Konselor HIV/AIDS
(Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome) RSUP H
Adam Malik Medan, Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online, siang ini.
“Kebiasaan para remaja melakukan transaksi seks tersebut dikarenakan
oleh beberapa alasan antar lain motif ekonomi, frustasi ditinggal pacar,
dan ada juga yang pernah menjadi korban perdagangan wanita sehingga kini
dia berkelanjutan,” katanya.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1167
38. Dua Penderita HIV/Aids di Luwuk
Menghilang
Radar Sulteng Online, 02
Juni 2009
LUWUK – Pengidap penyakit human immunodeficiency virus (HIV)/
acquired immune deficiency syndrome (Aids) di Kabupaten Banggai bertambah
menjadi lima orang. Satu di antaranya meninggal dunia sekitar tiga bulan
lalu. Kini keberadaan dua di antara empat penderita penyakit mematikan itu
belum diketahui atau menghilang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banggai dr Haryadi, M.Kes kepada Radar
Sulteng Senin (1/6) mengatakan, hasil deteksi terhadap keempat pengidap
penyakit itu terus dilakukan oleh petugas yang ditugaskan khusus melakukan
pemantauan. Tetapi, kata Haryadi, dua di antara penderita yang diketahui
berjenis kelamin perempuan telah meninggalkan Kabupaten Banggai. Belum
diketahui di mana tempat domisili kedua wanita yang berusia di bawah 30
tahun itu. “Kita sudah melakukan investigasi di lapangan tetapi belum
ditemukan,” katanya.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1166
39. Malam Renungan HIV/AIDS Se-Dunia
Meriah
Harian Berita Sore, 02
Juni 2009
MEDAN (Berita): Puluhan orang yang tergabung dalam enam elemen organisasi
kema- syarakatan yakni Kelompok Dukungan Sebaya (KDS), Jaringan Korban
Nafza Sumatera Utara (Jarkons), Perempuan ODHA dan OHIDHA (Permata),
Komunitas Gay atau Homoseksual Sumatera Utara (Primas), Organisasi Pekerja
Seksa Indonesia (Opsi) dan Perkumpulan Waria (Perwari) mengadakan hari
peringatan HIV/AIDS Sedunia, yang dilaksana-kan di Hotel Royal Perintis
Medan, kemarin Malam.
Dalam pertemuan tersebut, mereka mendeklarasikan diri sebagai bagian dari
upaya pe-nangulangan HIV/AIDS dan terus mendukung dan siap be-kerjasama
dengan semua pihak yang bergerak dalam respon serta tanggungjawab dalam
program penanggulangan HIV/AIDS.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1165
40. Matinya selara nasibnya yang
sebatang kara
Duta Masyarakat, 02
Juni 2009
AKHIR HIDUP
PENDERITA HIV/AIDS DI LAMONGAN
Jiwa An, salah satu penderita HIV/Aids di Lamongan akhirnya tidak
tertolong. Perempuan 25 tahun ini meregang nyawa saat dalam perawatan tim
medis RS dr Soetomo Surabaya, akhir bulan kemarin.
KADAM MUSTOKO
LAMONGAN
ak banyak yang tahu, jenazah siapa yang dikebumikan di salah satu pemakaman
umum di kota Lamongan, Minggu pagi itu. Tapi bagi tetangga dekat tidak
asing lagi. Karena yang dikebumikan itu merupakan jenazah An, yang sempat
menjadi gunjingan warga sekitar.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1164
41. Mojokerto, Enam Besar Penderita
HIV
Republika Online, 01
Juni 2009
MOJOKERTO - Kota Mojokerto termasuk kota terbanyak ke enam di Jawa Timur
dengan penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, sampai Mei 2009 tercatat
jumlah penderita HIV mencapai 120 orang, kata Manajer Kasus "voluntary
consulting testing" (VCT) Kota Mojokerto, Eko Budiono saat
dikonfirmasi di Mojokerto, Senin (1/6).
Ia mengemukakan, secara nasional jumlah penderita HIV di Jawa Timur masuk
peringkat ketiga setelah DKI Jakarta dan Papua. Sebelumnya, Jawa Timur
menduduki peringkat 4.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1163
42. Dinkes Sumut terima ARV dari
Depkes
Waspada Online, 01
Juni 2009
PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara akhirnya menerima stok obat
anti retroviral (ARV) untuk pengidap HIV/AIDS (Human Immunodeficiency
Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome) dari Departemen Kesehatan
(Depkes) untuk 3 bulan ke depan.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Candra Syafei, mengatakan, stok ARV untuk 3
bulan kedepan ini akan di sebar ke rumah sakit yang telah melaporkan stok
ARV nya telah menipis maupun sudah habis.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1162
43. Penderita HIV Baru di Mojokerto
Kebanyakan Usia Produktif
Surya Online, 01
Juni 2009
Senin, 1
Juni 2009 | 15:50 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo
MOJOKERTO | SURYA Online - Kota Mojokerto termasuk kota terbanyak ke enam di Jawa Timur
(Jatim) dengan penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, sampai Mei 2009 tercatat
jumlah penderita HIV mencapai 120 orang, kata Manajer Kasus
“voluntary consulting testing” (VCT) Kota Mojokerto, Eko
Budiono saat dikonfirmasi di Mojokerto, Senin (1/6).
Menurutnya, secara nasional jumlah penderita HIV di Jatim masuk peringkat
ketiga setelah DKI Jakarta dan Papua. Sebelumnya, Jatim menduduki peringkat
4. Sementara di Kota Mojokerto sendiri masuk peringkat ke enam di Jawa
Timur setelah Surabaya, Banyuwangi, Malang, Tulungagung
dan Sidoarjo.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1161
44. Perempuan dan ancaman traficking
Wawasan Digital, 01
Juni 2009
DALAM lintasan waktu, traficking atau perdagangan perempuan dan anak
(perempuan), menjadi isu yang terus menggelinding dan terdengar di telinga
kita. Berbagai media massa baik cetak mapun elektronik juga kerap
memberitakan traficking dengan pelbagai modus operandi yang dilakukan oleh
para pelakunya.
Trafiking adalah tindak kejahatan yang mengeksploitasi seseorang, terutama
perempuan dan anak. Mengapa perempuan dan anak? Ya, mungkin karena
perempuan dan anak dianggap sebagai sosok yang lemah, terutama yang tingkat
pendidikannya rendah dan taraf kehidupan ekonominya tidak memadai.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1160
45. PSK Sunan Kuning tolak kondom
subsidi
Wawasan Digital, 01
Juni 2009
KALIBANTENG KULON - Pekerja Seks Komersial (PSK) di lingkungan
resosialisasi Argorejo (Lokalisasi Sunan Kuning), mengeluhkan kualitas dan
kuantitas kondom. Pasalnya, kondom yang dibagikan kepada mereka secara
gratis itu, mempunyai bentuk fisik yang lebih tebal, dan tanpa pelicin.
"Anak asuh lebih memilih membeli kondom komersial, daripada
menggunakan kondom gratis pemberian Dinas Kesehatan tersebut," ujar
Ketua Pengurus Resosialisasi Argorejo, Suwandi Eko Putranto, kemarin.
Dia menjelaskan, dari sekitar 750 anak asuh, setiap bulan pihaknya mendapat
jatah tiga bungkus besar kondom. Masing-masing bungkus itu, berisi sekitar
seribu buah. Jika diasumsikan setiap PSK melayani tamu sekurangnya dua kali
dalam masa kerja selama 20 hari, jumlah yang diberikan tersebut sangat
tidak mencukupi.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1159
|