|
1. 73% Penularan HIV di Subang Akibat
Seks Bebas
Okezone.com, 15 Mei
2009
Sebanyak 284 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Subang mayoritas disebabkan
hubungan seks bebas di luar ikatan pernikahan.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1073
2. MUI tuntut lokalisasi pelacur di Malang ditutup
Waspada Online, 14 Mei
2009
MALANG - Majeis Ulama Indonesia Kabupaten
Malang, Jawa Timur, menuntut lokalisasi pelacur di Malang ditutup. Wakil Bupati menolak,
karena mereka bisa jadi pelacur liar.
Menurut KH Mahmud Zubaidi keberadaan lokalisisasi tak hanya merusak moral
pria dewasa tetapi juga anak-anak remaja. "Ini merupakan penyakit
masyarakat yang harus diberantas," ujarnya, Rabu (13/5).
Penutupan ini, sambungnya, harus dibarengi pembukaan lapangan kerja yang
layak buat mereka. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Malang perlu
menyediakan anggaran untuk melatih keterampilan agar para pelacur, germo
dan pekerja di lokalisasi yang lain hidup mandiri. Untuk merealisasikan
sikap MUI ini, Mahmud Zubaidi tengah menyiapkan rancangan peraturan daerah
untuk pencegahan perzinahan, judi dan minuman keras.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1072
3. Berkat 'Peduli'
Waspada Online, 14 Mei
2009
DR Dr. UMAR
ZEIN
Pagi itu, di ruang III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.Pirngadi, bocah
kurus bernama Berkat Anugerah, 5, sedang menikmati sarapan. Dia menyendok
sendiri nasi dari piring dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang balon
plastik berwarna biru.
Berkat terlihat makan dengan lahap sambil sesekali melirik balon birunya.
Ketika sang abang menggoda dengan mengambil balonnya, dia merengek dan
meronta.
Berkat adalah salah satu anak Indonesia yang diketahui mengalami gizi buruk
dan infeksi oportunistik akibat daya tahan tubuh yang menurun karena Human
Immunodeficiency Virus (HIV) sehingga terjadi Sindroma Penurunan Daya tahan
tubuh Didapat (SPID) atau dalam istilah asing Aquired Immuno Deficiency
Syndrome (AIDS).
Lebih 5 tahun yang lalu, ketika Berkat masih dalam kandungan ibunya, HIV
mungkin sudah berkembang di dalam darahnya. Kini, diusia yang masih dini,
dia harus mengalami kondisi yang memerlukan perhatian sangat khusus dari
orang-orang yang dekat dengannya. Namun kedua orang tuanya telah tiada, dia
yatim piatu.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1071
4. Kampanye HIV-AIDS Masih Terfokus di Kawasan Berisiko
Tinggi
Cenderawasih Post Online, 14 Mei
2009
MERAUKE-Tingginya angka penderita HIV-AIDS di Kabupaten Merauke tampaknya
menimbulkan keprihatinan bagi berbagai pihak. Salah satunya adalah kalangan
pemuka agama. Dalam rangka itu, para Dai yang tergabung dalam Majelis Ulama
Indonesia ( MUI) Kabupaten Merauke, mengikuti bimbingan penanggulangan
HIV-AIDS yang digelar KPA Kabupaten Merauke.
"Ini merupakan ide dari MUI sendiri dan sangat disambut baik oleh KPA
Kabupaten Merauke," kata Ketua MUI Kabupaten Merauke H Amiruddin
Shaleh, kepada Cenderawasih Pos, di sela-sela acara tersebut. Menurut
Amiruddin Shaleh, kegiatan yang diikuti itu sekaligus menjawab bahasa
sumbang dari masyarakat bahwa tokoh agama tidak memberi kepedulian terhadap
penyakit tersebut.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1070
5. Pengidap HIV/AIDS di Bekasi Meningkat
Pikiran Rakyat, 14 Mei
2009
BEKASI, (PRLM).-Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Bekasi terus bertambah.
Bahkan, Kota Bekasi termasuk daerah jalur merah (rawan HIV AIDS) di Jawa
Barat setelah Kota Bandung. Selain meningkatkan pantauan kepada kalangan
berisiko tinggi, saat ini pantauan juga dilakukan kepada populasi umum.
Hal ini disampaikan Penanggung Jawab Klinik Mitra Sehati (LSM di bidang
informasi HIV/AIDS-red), Jamaludin di Bekasi, Kamis (14/5). Penyisiran
terhadap kalangan populasi umum ini mulai dilakukan sekitar tahun 2006
lalu.
Berdasarkan tes yang dilakukan kepada sejumlah masyarakat yang termasuk
dalam populasi umum ini baru terdapat beberapa kasus kasuistik.
"Ada
ditemukan, tetapi hanya kasuistik. Jika sampai banyak ditemukan yang
positif pada populasi umum ini, berarti, kan, HIV/AIDS semakin menyebar dan semua
saja beresiko tinggi terkena," ujarnya.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1069
6. Kawasan Cilodong Rawan Penularan HIV/AIDS
Koran SINDO, 13 Mei
2009
PURWAKARTA(SI) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Purwakarta masih mewaspadai
kawasan Cilodong, Kecamatan Bungur Sari, sebagai daerah penularan penyakit
HIV/ AIDS.
Karena itu, Dinkes mengawasi ekstra ketat wilayah sebelah utara Purwakarta
tersebut. Di lokasi, Dinkes mencatat terdapat 15 orang terjangkit HIV dan
tujuh orang lainnya dinyatakan positif menderita AIDS.Meskipun memiliki
data kuantitas, instansi ini sama sekali tidak mengetahui identitas satu
per satu warga yang menderita HIV/AIDS.
Hal ini terkait penelusuran bersifat unlinked anonymousatau pemeriksaan
sampel darah pada suatu komunitas, bukan orang per orang. Kepala Dinkes
(Kadinkes) Kabupaten Purwakarta Anne Hediana mengatakan, dirinya khawatir
jumlah penderita penyakit mematikan yang belum ada obatnya itu terus
bertambah.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1068
7. ARV mempunyai efek samping
Waspada Online, 13 Mei
2009
PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN- Pemberian ARV (Anti Retroviral) obat untuk melumpuhkan virus
HIV/AIDS mempunyai efek samping kepada pengguna obat tersebut. Demikian
disampaikan ketua Konselor HIV/AIDS RSUP H Adam Malik Medan, Rahmad
Kurniawan, kepada Waspada Online, tadi pagi.
Menurut Rahmad efek samping penggunaan obat ARV tersebut antara lain dapat
menyebabkan perut mual, penyakit kulit, anemia dan kerusakan pada hati.
Mengenai belum adanya obat ARV untuk anak-anak, Rahmad mengatakan itu semua
bisa di akali dengan cara memberikan dosis obat untuk anak. "Tetapi
yang jadi permasalahan, siapa yang bisa menjamin anak-anak yang menghidap
HIV/AIDS itu mengonsumsi obat tersebut secara teratur," ujar Rahmad.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1067
8. 109 Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV/AIDS
Surya Online, 13 Mei
2009
Malang - SURYA- Hingga Mei 2009, sedikitnya 109 orang ibu rumah tangga di
Kota Malang, Jawa Timur, dinyatakan positif terinfeksi HIV/AIDS dan dua di
antaranya kini tengah hamil.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Enny Sekar Rengganingati,
Rabu, mengatakan, sejak Oktober 2008 hingga Mei 2009 ada penambahan jumlah
penderita di kalangan ibu rumah tangga sebanyak 46 orang, karena sebelumnya
hanya 63 orang.
Selain ibu rumah tangga, katanya, penambahan juga terjadi di lingkungan
Pekerja Seks Komersial (PSK), dari 63 orang pada Oktober 2008 menjadi 74
orang pada Mei 2009 atau bertambah 11 orang.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1066
9. Seks Tanpa Kondom Didenda Rp 50 Juta
Surya Online, 13 Mei
2009
KEPANJEN - SURYA- LSM Paramitra Pertanyakan Penegakan Perda 14/2008 .
Meningkatnya penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Malang pada triwulan pertama 2009
menimbulkan sejumlah pertanyaan. Benarkah Pemkab Malang telah menegakkan
Perda 14/2008 tentang Penanggulangan Bahaya HIV/AIDS di wilayah tersebut ?
Aktivif LSM Paramitra, Tri Gozali menuturkan, dengan disahkannya perda
tersebut semestinya bisa menjadi pintu masuk bagi pemkab untuk melakukan
pencegahan. “Salah satu item dalam perda itu menyebutkan, bagi mereka
yang menolak memakai kondom saat berhubungan dengan PSK bisa dipenjara tiga
bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Apakah itu sudah diterapkan?”
kata Gozali, Selasa (12/5).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1065
10. Ngesek Nggak Pakai Kondom Didenda Rp 50 Juta
Tribun Jabar, 13 Mei
2009
MALANG, TRIBUN — Meningkatnya penderita
HIV/AIDS di Kabupaten Malang
pada triwulan pertama 2009 menimbulkan sejumlah pertanyaan. Benarkah Pemkab
Malang telah menegakkan Perda No 14/2008 tentang Penanggulangan Bahaya
HIV/AIDS di wilayah tersebut?
Aktivis LSM Paramitra, Tri Gozali, menuturkan, dengan disahkannya perda
tersebut semestinya bisa menjadi pintu masuk bagi pemkab untuk melakukan pencegahan.
“Salah satu item dalam perda itu menyebutkan, bagi mereka yang
menolak memakai kondom saat berhubungan dengan PSK bisa dipenjara tiga
bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Apakah itu sudah diterapkan?”
kata Gozali.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1064
11. 109 Ibu Rumah Tangga di Malang Positif HIV/AIDS
Kompas.Com, 13 Mei
2009
MALANG, KOMPAS.com — Hingga Mei 2009, sedikitnya 109 ibu rumah tangga
di Kota Malang dinyatakan positif terinfeksi HIV/AIDS, dan dua di antaranya
kini hamil.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Enny Sekar Rengganingati,
Rabu, mengatakan, sejak Oktober 2008 hingga Mei 2009 ada penambahan jumlah
penderita di kalangan ibu rumah tangga sebanyak 46 orang karena sebelumnya
hanya 63 orang.
Selain ibu rumah tangga, katanya, penambahan juga terjadi di lingkungan
pekerja seks komersial (PSK), dari 63 orang pada Oktober 2008 menjadi 74
orang pada Mei 2009 atau bertambah 11 orang.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1063
12. Mas, Pake Kondom ya…Tak Terasa Kok…!
Banjarmasin Post
Online, 13 Mei 2009
TAK mudah memang mewajibkan para pekerja seks komersial menggunakan kondom.
Pelanggan atau lelaki hidung belang merasa tidak nikmat bila
menggunakannya.
Rediscoveri Nitta, Manajer Program Penanggulangan AIDS pada kelompok
Berisiko Tinggi Yayasan Kusuma Buana sudah membekali para PSK ilmu rayuan,
“Mas, make kondom itu enak, tidak terasa kok. Pokoknya saya pakein
ya…!”
Sayang, upaya ini masih bisa dibilang gagal. Para
pelanggan lelaki kerap enggan memakai kondom bila diminta. Para hidung belang berkilah bahwa, memakai kondom,
kenikmatannya kurang. “Enak saja, orang sudah bayar kok tidak
bersentuhan langsung,” tutur Nitta meniru kata-kata para hidung
belang.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1062
13. Ngeseks Tanpa Kondom Dipenjara 3 Bulan
Banjarmasin Post
Online, 13 Mei 2009
MALANG, RABU - Meningkatnya penderita HIV/AIDS di Kabupaten Malang pada
triwulan pertama 2009 menimbulkan sejumlah pertanyaan. Benarkah Pemkab
Malang telah menegakkan Perda No 14/2008 tentang Penanggulangan Bahaya
HIV/AIDS di wilayah tersebut?
Aktivis LSM Paramitra, Tri Gozali, menuturkan, dengan disahkannya perda
tersebut semestinya bisa menjadi pintu masuk bagi pemkab untuk melakukan
pencegahan. “Salah satu item dalam perda itu menyebutkan, bagi mereka
yang menolak memakai kondom saat berhubungan dengan PSK bisa dipenjara tiga
bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Apakah itu sudah diterapkan?”
kata Gozali.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1061
14. Kasus HIV/AIDS di Subang cenderung meningkat
Waspada Online, 12 Mei
2009
SUBANG - Dinas Kesehatan Subang, Jawa Barat, menemukan penderita HIV/Aids
sebanyak 284 kasus. Kasus itu paling banyak ditularkan melalui hubungan sex
(73 persen), jarum suntik (20 persen), dan penularan pada bayi dari ibu (2
persen).
Koordinator Program Penanganan dan Pencegahan IMS HIV/AIDS, Dinas Kesehatan
Subang, Suwata, mengatakan kalangan usia produktif paling banyak menderita
sekitar 80% yakni 15-30 tahun.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1060
15. Bocah HIV/AIDS siap rawat jalan
Waspada Online, 12 Mei
2009
PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN - Berkat,
bocah asal Tapanuli Utara yang terinfeksi HIV/AIDS dan telah menjalani
perawatan di RS Pirngadi Medan kini telah diperbolehkan pulang. Untuk
selanjutnya, Berkat akan menjalani perawatan jalan di rumah sakit tersebut.
"Penanganan medis untuk Berkat sudah maksimal, kondisinya pun sudah
sangat baik. Nantinya, Berkat akan menjalani rawat jalan agar kondisinya
dapat terus terpantau," ungkap direktur RS Pirngadi Medan, Umar Zein,
kepada Waspada Online, malam ini.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1059
16. Sekeluarga Ditampung Panti Asuhan
Koran SINDO, 12 Mei
2009
MEDAN (SI)
– Bocah penderita HIV/AIDS,BH,5,dan ketiga saudara kandungnya akan
menjalani hidup di Panti Asuhan Elim HKBP Pematangsiantar.
Kepastian ini diperoleh setelah pihak keluarga yang mewakili keempat anak
yatim piatu itu sepakat untuk menyerahkan mereka. Poltak Simanjuntak yang
mewakili keluarga menandatangani surat
perjanjian di RSU dr Pirngadi Medan
kemarin.Kesepakatan itu disaksikan Kepala Badan Pelayanan Kesehatan (BPK)
RSU dr Pirngadi Medan Umar Zein. Poltak menyatakan,penyerahan keempat anak
dari LH,46,dan RS,30, yang telah meninggal dunia itu dilakukan pihak
keluarga dengan kesadaran penuh dan berdasarkan keterbatasan yang dimiliki.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1058
17. 14 toddlers in Malang
diagnosed with HIV/AIDS
the Jakarta
Post Online, 12 Mei 2009
The Jakarta Post , Jakarta |
Mon, 05/11/2009 5:47 PM | National
At least 14 toddlers in Malang, East Java, have been diagnosed HIV positive, having
contracted the virus from their mothers, who had been infected by their
husbands, the AIDS Prevention Commission says.
The commission's Malang
branch secretary, Adi Purwanto, told tempointeraktif.com that four of the
14 toddlers had been declared AIDS positive.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1057
18. KPA Malang Khawatir Bantuan ARV untuk Penderita
HIV/AIDS Dicabut
Surya Online, 12 Mei
2009
MALANG | SURYA Online - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Malang,
Jawa Timur (Jatim), mengkhawatirkan jika bantuan antiretroviral (ARV) untuk
para penderita HIV/AIDS dicabut oleh lembaga donor, karena saat ini stok
ARV tersebut mulai menipis.
Ketua KPA Kabupaten Malang, Adi Purwanto, Selasa (12/5), mengakui, untuk
saat ini stok ARV masih cukup untuk membantu 74 orang penyandang ODHA yang
ditangani LSM.
Hanya saja, tambahnya, kalau sewaktu-waktu bantuan itu dicabut dan stok ARV
habis, bagaimana nasib ke-74 penyandang ODHA itu, karena bantuan dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang tidak cukup
besar, yakni sekitar Rp 300 juta per tahun.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1056
19. 14 Balita Terkena HIV/AIDS
Surya Online, 12 Mei
2009
KEPANJEN - SURYA-Triwulan Pertama 2009, di Kabupaten Malang Meningkat 35
Orang. Jumlah penderita baru HIV dan AIDS di Kabupaten Malang pada triwulan pertama tahun ini
bertambah 35 orang. Dari data itu, setidaknya ada 14 balita yang
diperkirakan tertular oleh ibunya dan positif mengidap HIV dan AIDS.
”Kami sudah memeriksa lima
di antaranya. Dan mereka positif terkena HIV dan AIDS. Sisa yang lain
sedang kami cari keberadaannya agar bisa terpantau,” jelas dr Agus W
Arifin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Senin (11/5).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1055
20. Anak AIDS di RS Pirngadi Medis Selesai, Tinggal
Masalah Sosial
Harian Analisa, 12 Mei
2009
Medan, (Analisa)
Penanganan medis anak pengidap human immunodeficiency virus/aquried immuno
deficiency syndrome (HIV/AIDS) asal Tapanuli Utara di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan sudah maksimal. Selanjutnya tinggal
penanganan sosial jika dipulangkan.
Soalnya, kata Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Dr dr Umar Zein DTM&H
SpPD KPTI, di ruang kerjanya, Senin (11/5), terlalu lama anak itu dirawat
di rumah sakit juga kurang bagus. Karena, dikhawatirkan anak tersebut akan
tertular penyakit dari pasien lain.
“Secara medis sudah maksimal kita tangani. Segala pemeriksaan sudah
dilakukan. Kondisi adik Afles itu juga sudah semakin baik,” ucap
Umar. Menurutnya, anak itu sudah laik untuk rawat jalan. Hanya saja yang
menjadi masalah, bagaimana perawatan anak itu di luar rumah sakit khususnya
memantau mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) yang harus dimakan seumur
hidup.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1054
21. Dua Warga Lhokseumawe Meninggal Akibat HIV-AIDS
Harian Analisa, 12 Mei
2009
Lhokseumawe, (Analisa)
Akibat terserang penyakit HIV/AIDS, dalam kurun waktu tahun 2006 hingga
2009 dua warga Lhokseumawe meninggal dunia. Demikian disampaikan Sekretaris
Komisi Penanggulangan Penyakit AIDS Provinsi Aceh (KPA), dr Ormaia
Nya’ Oemar, M.Kes pada acara rapat koordinasi penanggulangan HIV-AIDS
di ruang kerja Walikota Lhokseumawe, Senin (11/5).
Dari tahun 2006 sampai 2009 terdapat lima
kasus HIV-AIDS di kota Lhokseumawe dan Aceh
Utara, dari lima
kasus tersebut dua orang meninggal dunia dan tiga selamat setelah diobati.
Dijelaskan, pada tahun 2006 terdapat dua kasus HIV-AIDS di kota Lhokseumawe, seorang meninggal
dunia. Tahun 2008 terdapat satu kasus HIV-AIDS dan pada tahun 2009 terdapat
dua kasus HIV-AIDS dengan seorang penderita meninggal dunia.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1053
22. Kondom Gratis Dibagikan, Pemerintah Sediakan Dana Rp
300 Miliar
Harian Sinar Indonesia Baru, 12 Mei
2009
Tulari Istri
dengan HIV, Suami Dipenjara
Jakarta (SIB)
Pemerintah bagi-bagi alat kontrasepsi KB secara cuma-cuma kepada pasangan
usia subur. Langkah ini diambil mengingat minat mereka mengikuti program
Keluarga Berencana (KB) sangat kecil.
Alat kontrasepsi KB gratis senilai Rp 300 miliar mulai dari kondom, pil dan
alat lainnya dibagikan melalui Puskesmas dan rumah sakit yang ditunjuk.
Menurut Kepala BKKBN Sugiri Syarief, turunnya minat pasangan usia subur
ikut KB karena banyak di antara mereka yang kesulitan mendapatkan layanan
memadai. Bahkan, tahun 2006, lebih dari 9% pasangan usia subur, tidak
terlayani program KB (unmed red).
“Umumnya memang masyarakat miskin dan tinggal dilokasi yang sulit
dijangkau layanan kesehatan,” tutur Kepala BKKBN, Sugiri Syarief.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1052
23. Belasan Balita Terjangkit AIDS
Republika Online, 11 Mei
2009
MALANG –
Jumlah penderita HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Malang sangat
memprihatinkan. Sebab, penderita penyakit menular yang mematikan itu
mengalami peningktan mengejutkan. Bahkan, sangat mengerikan, karena ada
belasan anak yang justru terjangkit penyakit tak ada obatnya itu.
"Jumlah penderita HIV/AIDS itu memang cukup mengerikan. Jumlahnya
cukup banyak. Ada
sekitar 35 penderita HIV/AIDS yang positif telah kami temukan. Tragisnya,
dari sejumlah itu ada sekitar 14 anak yang usianya masih di bawah lima tahun
(Balita-Red)," ungkap Kepala Kantor Perlindungan Anak Malang, Adi
Purwanto kepada wartwan, kemarin (11/5).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1051
|