|
1. Di Keerom, Sekitar 1200
Orang Terinfeksi HIV-AIDS
Cenderawasih Pos Online, 27
Maret 2009
KEEROM-Laju perkembangan virus HIV-AIDS di Papua, kini makin tinggi saja
prevalensinya (Penyebarannya). Di Papua 2,4 persen dari jumlah total kasus
secara nasional telah menginfeksi masyarakat. Berdasarkan itu, khusus di
Keerom diestimasikan (Diperkirakan) 1200 jiwa yang sudah mengidap HIV-AIDS
dari jumlah penduduk yang ada yaitu 50 ribu jiwa.
"Meski sampai sekarang ini yang baru terlaporkan atau diketahui adalah
sebanyak 9 kasus, namun perkiraan kami, itu angka kasus HIV-AIDS yang kini
belum ditemukan di Keerom telah menembus angka 1200," ujar Manager
Word Vision Indonesia Areal Development Program (ADP) Kabupaten Keerom,
Rafika Pinto, kepada Cenderawasih Pos, via ponselnya, Kamis, (26/3).
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=920
2. IMS Mata Rantai Penyebaran
HIV-AIDS
Cenderawasih Pos Online, 02
April 2009
JAYAPURA-Untuk mencegah penyakit infeksi menular seksual (IMS) sebagai
salah satu mata rantai penyebaran virus HIV-AIDS, maka Komisi
Penanggulangan HIV-AIDS (KPA) Provinsi Papua menggelar pelatihan penyegaran
akselerasi program komprehensif pencegahan HIV melalui transmisi seksual.
"Kegiatan ini dilaksanakan untuk pencegahan HIV melalui program
transmisi seksual,"ungkap Penanggungjawab Kelompok Kerja (Pokja)
Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) KPA Provinsi Papua, Frengky
Ivakdalam kepada wartawan di sela-sela kegiatan tersebut di Meeting Room,
Hotel Mutiara Indah Kotaraja, Rabu, (1/3).
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=919
3. Pregnant women `lack treatment'
the Jakarta
Post, March 31, 2009
Poor data and funding have hindered efforts to provide adequate treatment
to pregnant women who are HIV-positive, leading to greater numbers of
children born with the virus, a health official said Monday.
"Many women are still deprived of their right to proper information on
HIV, as well as the necessary medical treatment to ensure their health and
the wellbeing of their baby," said Trisnawati G. Loho from the Health
Ministry's directorate of maternal health.
The ministry has not conducted proper research into the number of women
with HIV infections, she told The Jakarta Post after a seminar on the
transmission of HIV from mother to child (MTCT) in Jakarta.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=918
4. Berkeringat Malam Hari, Itu Gejala
TBC
Kaltim Post Online, 01 April 2009
Dari
Penyuluhan Penyakit Menular di Lokalisasi Solong
Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Samarinda bersama
Badan Narkotika Kota (BNK) dan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD),
kemarin (31/3) melakukan penyuluhan penanggulangan narkoba, penyakit TBC,
dan HIV/AIDS di lokalisasi Bandang Raya Solong. Tepatnya, di Wisma Gunung
Sari.
WARGA di sana
juga berhak dan perlu mengetahui berbagai upaya pencegahan dan penanganan
penyakit menular. Terutama yang diakibatkan penggunaan obat-obatan
terlarang atau narkoba, dan hubungan seks seperti HIV/AIDS. Penyuluhan
tersebut juga mengupas tentang penanganan TBC.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=917
5. Remaja dominasi HIV/AIDS di Sumut
Waspada Online, 01
April 2009
PRAWIRA SETIABUDI
MEDAN - Virus
HIV /AIDS kini semakin akrab dengan kaum remaja. Hal ini berdasarkan
data di Pusat Pelayanan Khusus Voluntary Counseling and Testing
(Pusyansus VCT) di RSUP H. Adam Malik Medan.
Dimana kaum remaja khususnya Sumatera Utara banyak yang menghidap virus
HIV/AIDS datang ke Rumah sakit H. Adam Malik untuk memeriksakan dirinya.
Hal ini juga dibenarkan oleh koordinator klinik VCT-Pusyansus RSUP HAM,
Rahmad Nur Kurniawan, S.Psi, kepada Waspada Online, saat
memberikan seminar di Aula ruang 2 di hadapan para dokter dan perawat rumah
sakit H. Adam Malik Medan.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=916
6. Banyak penderita HIV/AIDS enggan
berobat
Waspada Online, 01
April 2009
MEDAN - Berdasarkan data di Klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) -
Pusat Pelayanan Khusus di RSUP H.Adam Malik Medan, bulan Maret ini terdapat
120 pasien baru yang memeriksakan darahnya, apakah terkena HIV atau tidak.
Dari 120 pasien baru tersebut, ada 25 orang yang positif HIV dan rata-rata
usia remaja dan usia subur yaitu 15-35 tahun.
Ketua Perhimpunan Ikatan Conselor HIV Sumut, Rahmad Nur Kurniawan, yang
juga koordinator klinik VCT-Pusyansus RSUP HAM mengatakan, penderita
HIV/AIDS di Medan masih ada yang enggan memeriksakan darahnya ke klinik
VCT. Hal ini dikarenakan adanya rasa
malu, takut, disisihkan, dicap buruk dan lain sebagainya.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=915
7. Remaja yang mengakses situs porno,
dikhawatirkan terkena HIV/AIDS
Waspada Online, 01
APril 2009
MEDAN - Remaja
yang suka mengakses situs porno atau menonton film porno dikhawatirkan akan
terjangkit penyakit HIV/AIDS (Human Immunedeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency
Syndrome). Karena, remaja yang suka mengakses atau
menonton film porno akan mengarah ke prilaku seks bebas. Sebab, remaja
cenderung akan melakukan atau mencoba apa yang dilihatnya. Selain seks
bebas, narkoba suntik juga salah satu penyebab HIV/AIDS.
Hal ini disampaikan Ketua Perhimpunan Ikatan Conselor HIV Sumut, Rahmad Nur
Kurniawan, S.PSi kepada Waspada, tadi malam, di RSUP H. Adam Malik
Medan, menanggapi banyaknya remaja dunia mengakses situs porno.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=914
8. PKBI rintis kantor berita ''Swara
Nusa''
Waspada Online, 30
Maret 2009
SEMARANG - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) merintis
berdirinya Kantor Berita Swara Nusa, yang menyampaikan informasi
seputar isu kesehatan reproduksi, seksualitas, gender, dan HIV/AIDS dalam
perspektif hak asasi manusia (HAM).
Direktur PKBI Jawa Tengah, Farid Husni di Semarang, Sore ini mengatakan,
selama ini pemberitaan isu gender, seksualitas, dan HIV/AIDS di media arus
utama (mainstream) sering tidak berimbang bahkan malah memojokkan kelompok
tertentu.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=913
9. Islam tidak mengucilkan penderita
HIV/AIDS
Waspada Online, 30
Maret 2009
ANUM PURBA SASKIA
WASPADA ONLINE
MEDAN - Islam
tidak mengucilkan penderita HIV/AIDS tetapi para penderita ini wajib
hukumnya menyampaikan masalah dan kondisi yang dialami kepada pihak
berwenang, dokter kesehatan maupun pemuka agama.
Mereka harus diberikan ruang untuk beraktivitas dan jika meninggal dunia
harus laksanakan fardu kifayahnya. Demikian antara lain
disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Medan HM Hatta, tadi malam.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=912
10. Di Jember, Sembilan Penderita
AIDS Meninggal
Surya Online, 02
April 2009
JEMBER |
SURYA - Sebanyak sembilan penderita HIV/AIDS di
Kabupaten Jember, Jawa Timur, meninggal dunia selama tiga bulan terakhir
(Januari-Maret) pada 2009.
Koordinator konselor klinik Voluntary Consulting and Test (VCT) RSUD dr.
Soebandi Jember, dr Justina Evi, Rabu (1/4), menuturkan, jumlah penderita
HIV/AIDS selama dua tahun terakhir ini mencapai 176 dan beberapa penderita
masuk stadium tiga atau lanjut. “Penderita yang memasuki stadium
tiga, apabila tidak melakukan pengobatan secara rutin rawan terhadap
kematian,” kata dr Justina.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=911
|