--- On Tue, 9/9/08, amri wibowo <amri.wibowo@...> wrote:
From: amri wibowo <amri.wibowo@...> Subject: Fw: INSIDE KA'BAH DAN DETIK TERAKHIR SAKARATUL MAUT RASULULLAH SAW (Siraman Jum'at) To: "lestari sri" <le5t4r1e_77@...> Date: Tuesday, 9 September, 2008, 2:03 PM
----- Forwarded Message ---- From: isu kalimantan <Isu.balikpapan@...> To: isu semarang <isu.semarang@...>; isu surabaya <isu.surabaya@...>; ISU Bandung <isu.bandung@...>; Tomi Wijaya <tomi.wijaya@...>; karim prasojo <k_prasojo@...>; d1b4l@...; securicorsamarinda@...; Hendra Eka <hendraekak@...>; amri.wibowo@...; adinugroho_fk98@...; teguh karyono <maskaryo2007@...>; Mirza Azhari <mirza@...>; Tanto <tanto.priyatno@...>; nana dhika <Adriana.Adriana@...>; by_maharr@...; SAPTO IRAWAN <issuecbt@...>; Chandra Mardiana <chandra@...>; Riko Rinaldy <Riko.Rinaldy@...>; Rahmat Basuki <rahmat.basuki@...> Sent: Wednesday, August 6,
2008 10:44:47 AM Subject: FW: INSIDE KA'BAH DAN DETIK TERAKHIR SAKARATUL MAUT RASULULLAH SAW (Siraman Jum'at)
From: Security Tna [mailto:security.tna@...] Sent: Wednesday, August 06, 2008 10:35 AM To: isu kalimantan Subject: Fw: INSIDE KA'BAH DAN DETIK TERAKHIR SAKARATUL MAUT RASULULLAH SAW (Siraman Jum'at)
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, August 06, 2008 9:07 AM
Subject: Fw: INSIDE KA'BAH DAN DETIK TERAKHIR SAKARATUL MAUT RASULULLAH SAW (Siraman Jum'at)
----- Original Message -----
Sent: Monday, August 04, 2008 2:11 PM
Subject: Fw: INSIDE KA'BAH DAN DETIK TERAKHIR SAKARATUL MAUT RASULULLAH SAW (Siraman Jum'at)
Saudaraku seiman, gambar ini (bagian dalam Baitullah) adalah hadiah istimewa bagi kita semua (terutama bagi yang belum pernah masuk atau belum pernah melihat/memiliki gambar seperti ini)..
Silahkan disebarkan ke saudara yg lain.


Tak bosan-bosan rasanya membaca kisah ini...
AIRMATA RASULULLAH SAW... Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah
anaknya itu hendak
dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. "Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku
pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan
dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku" "peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii,ummatii, ummatii" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, berakhirlah hidup manusia mu lia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
NB: Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran
untuk mengingat maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.
Internal Virus Database is out-of-date. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.1/1453 - Release Date: 5/18/2008 9:31 AM
No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.23.9/1563 - Release Date: 7/20/2008 12:59 PM
|
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
|
lestari sri <le5t4r1e_77@...>
le5t4r1e_77
Offline Send Email
|