Seperti diketahui saat ini semakin meningkatnya kasus2 demam
berdarah dan DSS, namun yang saya ingin sedikit review mengenai
masalah yg timbul pada DSS. memang insidennya tidak begitu banyak,
namun perlu juga kita memahami apa yang terjadi pada DSS terutama
yang sudah berkembang menjadi multi organ failure. Berkembangnya
ilmu kedokteran biomolekular pada kondisi shock saat ini sangat
pesat, terutama berkembangnya alat-alat diagnostik untuk meneliti
mikrosirkulasi. Seperti diketahui saat ini shock tidak lagi sekedar
melihat makrosirkulasinya namun yg terpenting adalah mikrosirkulasi.
Makrosirkulasi dapat dilihat dengan adanya perubahan-perubahan pada
tekanan darah, denyut jantung, dan lebih advance spt transport
oksigen seperti kalkulasi DO2 dan VO2. Namun dengan hanya melihat
makrosirkulasi terkadang kita menjadi tertipu. Sebagai contoh
misalnya pada early shock pada DSS tanda2 pada makrosirkulasi belum
terlihat, tek darah masih normal atau sedikit meningkat, kesadaran
masih dianggap kompos mentis, dll. Tetapi jika jika menilai
mikrosirkulasi sebenarnya suadah terjadi perubahan. Pemeriksaan
mikrosirkulasi misalnya adalah kadar laktat darah, Base Excess,
Saturasi atau PO2 vena, tonometri dll. Oleh sebab itu dengan
melakukan pemeriksaan diagnostik gangguan mikrosirkulasi lebih awal
tentu akan lebih cepat melakukan suatu intervensi. Saat ini dikenal
gangguan tersebut sebagai MMDS (Mitochondria and Microcirculation
Distress Syndrome).