Search the web
Sign In
New User? Sign Up
asiforbaby

Group Information

  • Members: 9024
  • Category: Breastfeeding
  • Founded: Aug 31, 2006
  • Language: English
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Messages

  Messages Help
Advanced
bayi pakai pampers, bahaya ga ya?   Message List  
Reply Message #81421 of 227446 |
Re: [asiforbaby] bayi pakai pampers, bahaya ga ya?

Dear moms,
Maaf nih repost sdikit ttg bahaya disposable diapers (pampers), silakan jg
browsing lg ttg penggunaan disposable diapers ini.
Semoga membantu ya.

POPOK BAYI MODERN PUN BISA SEBABKAN MANDUL

Diarsipkan di bawah: Kesehatan — Diena @ 1:35 pm

Setelah disposable diaper dibuat pertama kali oleh Victor Miller di tahun 1950,
nama Pampers langsung melejit dan menjadi populer di seluruh dunia. Orangtua
merasa senang dengan inovasi popok modern ini. Bagi mereka, disposable diaper
adalah solusi yang tepat untuk masalah pipis dan berak para bayi. Selain bayi
bisa tidur tenang karena “tidak terganggu” basah, orangtua pun senang karena
tidak perlu mendengar tangis bayi karena ngompol. Tapi beberapa waktu lalu,
sebuah penelitian memaparkan kalau disposable diaper sangat tidak aman bagi
bayi. Selain masalah ruam popok, disposable diaper disebut-sebut sebagai salah
satu pemicu munculnya kanker dan kemandulan.Seorang ibu rumah tangga bercerita
kalau bayinya yang berumur satu bulan mengalami ruam popok setelah memakai
disposable diaper. Ia mencoba beberapa diaper dari yang murah hingga yang mahal
(produk impor) tapi hasilnya tetap sama, daerah di sekitar pantat bayi menjadi
kemerahan dan nampak lecet. Ia berpikir kalau disposable diaper akan membuat
bayinya tetap kering seperti yang diiklankan di televisi, dan terhindar dari
ruam popok. Tapi nyatanya?. Bayi mungilnya tak urung sembuh. Pada akhirnya, ia
memutuskan untuk kembali ke popok kain. Memang pada awalnya, ia rela membayar
mahal demi kenyamanan bayinya dengan popok modern. Namun setelah berpikir untung
ruginya, ia menyadari kalau popok kain adalah pilihan terbaik untuk putranya.
Lain halnya dengan ibu tadi yang hanya dipusingkan dengan masalah ruam popok,
Consumer Protection Agency melaporkan masalah sehubungan dengan pemakaian
disposable diaper, mulai dari pembakaran bahan kimia, pemakaian bahan
kimiaberbahaya dan bau insektisida sampai kelakuan bayi yang sering menarik dan
meletakkan disposable diaper ke hidungnya atau mulutnya.Menurut laporan Journal
of Pediatrics terdapat 54% bayi berumur 1 bulan yang mengalami ruam popok
setelah memakai disposable diaper. Dalam artikel yang berjudul Disposable
Diapers : Potential Health Hazards, Cathy Allison menyatakan kalau Procter &
Gamble (produsen Pampers dan Huggies) melalui penelitiannya memperoleh data
mencengangkan. Angka ruam popok pada bayi yang menggunakan disposable diaper
meningkat dari 7,1% hingga 61%. Sementara itu Mark Fearer dalam artikelnya yang
berjudul Diaper Debate-Not Over Yet menyatakan beberapa hasil studi medis
menunjukkan angka peningkatan ruam popok dari 7% pada tahun 1955 sampai 78% pada
tahun 1991.Penyebaran ruam popok merupakan fenomena yang terjadi di permukaan
disposable diaper. Hal itu disebabkan oleh alergi terhadap bahan kimia,
kurangnya udara, temperatur tinggi karena dilapisi plastik yang sifatnya
mempertahankan kalor (panas) di area popok, dan bayi jarang ganti karena mereka
merasa kering meskipun pantat dalam keadaan lembab (basah).Sebenarnya masalah
ruam popok bisa diatasi dengan mengganti diaper sesering mungkin. Procter &
Gamble melaporkan kalau rata-rata konsumen produk mereka mengganti diaper 5 kali
sehari. Tapi beberapa peneliti dan ahli medis menyarankan agar mengganti diaper
setiap 2 jam sekali. Jika masalahnya hanya ruam popok mungkin masih bisa
dianggap enteng, orangtua hanya perlu membayar lebih mahal (dengan sering
mengganti diaper) supaya bayinya bebas ruam popok. Tapi bagaimana dengan isu
kanker dan kemandulan yang dikait-kaitkan dengan disposable diaper?Pemicu Kanker
dan KemandulanPada tahun 2000 beberapa peneliti dari Universitas Kiel, Jerman
melakukan sebuah riset mengenai Archives of Desease in Childhood yang dimuat
dalam British Medical Journal. Penelitian yang melibatkan 48 bayi laki-laki itu
dilakukan selama setahun untuk mengetahui efek yang ditimbulkan oleh disposable
diaper. Para peneliti yang melakukan studi tersebut melaporkan bahwa bayi
laki-laki yang menggunakan disposable diaper temperatur skortumnya (kantung
kemaluan) mengalami kenaikan beberapa derajat dibanding yang tidak memakai..
Bagi seorang bayi laki-laki yang skortumnya sedang berkembang, hal tersebut
merupakan perkara yang serius. Karena untuk memproduksi sperma dalam jumlah yang
banyak, skortum harus bisa menjaga temperatur testis supaya suhunya lebih rendah
dari suhu badan. Oleh sebab itu kenaikan satu derajat pun akan merusak kinerja
skortum sebagai “mesin pendingin” testis.. Tentu saja fenomena ini akan membuat
produksi sperma terganggu, yang berartikesuburan pria akan menurun. Peneliti
yang melakukan studi tersebut menyatakan, “peningkatan temperatur skortum yang
disebabkan oleh pemakaian disposable diaper akan mempengaruhi kualitas sperma
bayi laki-laki dan meningkatkan angka terjadinya kanker testis di usia dewasa.”
Mereka juga mengatakan kalau fisiologi mekanisme pendingin testis mengalami
kerusakan secara signifikan.Dalam melakukan studinya mereka juga meneliti pria
Eropa yang lahir pada tahun 1975 (tidak lama setelah disposable diaper menjadi
begitu populer dan digandrungi) . Para peneliti itu terkejut dengan penemuannya,
ternyata jumlah sperma pria Eropa mengalami penurunan hingga 25% dalam 25 tahun
terakhir. Sekitar 27000 pria Inggris yang sudah menikah menjalani perawatan
ketidaksuburan setiap tahunnya, dan angka kejadiannya meningkat hingga 55% pada
tahun 1995. Tim Hedgley, ketua National Fertility Assosiation mengatakan,
“penelitian ini begitu mengejutkan dan penting untuk diketahui.”Sementara itu,
Dr. Simon Fishel, direktur Centre of Assisted Reproduction (Nottingham, Inggris)
mengatakan, “teori tersebut sangat masuk akal dan saya tidak terkejut dengan
hasilnya. Bagaimana pun disposable diaper dapat meningkatkan temperatur skortum
bayi laki-laki dan tentu saja hal itu merupakan masalah besar karena kinerja
skortum akan terganggu.” Sayangnya produksi besar-besaran disposable diaper
tidak disertai penelitian terlebih dahulu terhadap efek sampingnya. Sehingga ada
kemungkinan angka kejadian akan terus meningkat seiring dengan kurangnya
pemahaman masyarakat tentang efek jangka panjang yang ditimbulkan oleh pemakaian
disposable diaper.Bahan Kimia Berbahaya dalam Disposable DiaperIsu kenyamanan
yang digencarkan oleh produsen diaper selalu berkisar pada masalah daya serap
tinggi yang membuat kulit bayi tetap kering. Yah, tentu saja, Sodium
Polyacrylate memang bisa bekerja sebagai super absorbent yang hebat, bahan yang
berbentuk serbuk sebelum dicampurkan pada lapisan dalam disposable diaper
memiliki daya serap lebih dari 100 kali dari beratnya di dalam air. Bahan kimia
inilah yang mengubah cairan menjadi gel yang akan menempel di kulit bayi dan
menimbulkan reaksi alergi. Disamping itu, bahan ini juga dicurigai sebagai biang
keladi iritasi kulit dan demam. Ketika disuntikkan pada tikus percobaan
menimbulkan hemorhage, kegagalan kardivaskuler, bahkan kematian. Anak-anak bisa
terbunuh jika menelan 5 gram Sodium Polycrylate. Selain itu, bahan ini juga
merusak daya tahan tubuh dan menurunkan berat badan para pekerja pabrik yang
memproduksinya.Bahan kimia lain yang terkenal tingkat bahayanya adalah dioxin.
Dioxin dihasilkan dari proses produksi pemutih kertas. Sementara itu proses
produksi disposable diaper menggunakan dioxin dalam bentuk gas klorin. Dalam
artikel yang berjudul “Whitewash; Exposing the health and environmental dangers
of woman’s sanitary product and dsposable diaper - what you can do about it”,
Liz Amstrong dan Adrienne Scott menyatakan kebanyakan industri kertas melakukan
proses pemutihan dengan menggunakan pulp whiter daripada klorin. Penyebabnya tak
lain adalah bahan kimia yang termasuk dalam organoklorin (termasuk di dalamnya
dioxin) ini sangat beracun dan bersifat persisten (menetap dalam tubuh).Tributyl
Tin (TBT) juga termasuk bahan yang digunakan dalam produksi disposable diaper.
Bahan kimia ini selain menyebabkan pencemaran lingkungan juga sangat beracun.
Penyebarannya bisa melalui kulit, jadi bisa dibayangkan tingkat bahayanya kalau
kulit bayi yang sensitif memakai diaper yang mengandung TBT. Karena saking
beracunnya bahan kimia ini dalam konsentrasi yang sangat kecil pun bisa
mengakibatkan gangguan hormon disamping mengganggu sistem kekebalan tubuh. Tak
tanggung-tanggung, orangtua yang memiliki bayi laki-laki perlu waspada karena
bahan ini bisa menyebabkan kemandulan (pada bayi laki-laki). Ginny Caldwell
dalam artikelnya yang berjudul Diapers. Disposable or Cotton?, menyatakan bahwa
kerusakan dalam sistem saraf pusat, ginjal dan lever bisa disebabkan oleh
bahan-bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam disposable diaper.Pada tahun
1999 The Archive of Environtmental Health melaporkan sebuah studi yang dilakukan
oleh Anderson Laboratories. Dalam studi tersebut mereka membuka kemasan diaper
lalu meletakkannya di dekat tikus-tikus percobaan. Tikus-tikus yang terekspos
diaper tersebut menderita bronchoconstriction yang menyerupai serangan asma Tak
hanya itu, tikus-tikus tersebut juga mengalami iritasi mata, kulit dan
tenggorokan. Di dalam sebuah ruangan yang luas sekalipun emisi dari disposable
diaper cukup mampu membuat tikus-tikus ini terserang asma. Bahan kimia yang
ditemukan dalam disposable diaper yang mampu menyebabkan iritasi tenggorokan
antara lain tolune, xylene, ethylbenzene, styrene, dan isopropylbenzene.Tentu
saja berbeda dengan popok kain yang terkenal aman karena tidak mengandung bahan
kimia. Tikus-tikus percobaan tidak mengalami gangguan pernafasan seperti
tikus-tikus yang terkena emisi diaposable diaper. Jadi sekarang saatnya
mempertimbangkan lagi penggunaan disposable diaper supaya bayi aman dari efek
jangka panjang yang ditimbulkan oleh disposable diaper._
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Thu Nov 12, 2009 10:45 am

artiindira
Offline Offline
Send Email Send Email

Message #81421 of 227446 |
Expand Messages Author Sort by Date

hai para moms, minta share nya dunk.. bahaya ga sih kalo baby pake pampers 24 jam, tapi tiap beberapa jam diganti pampersnya.. please sharenya ya.. tks, Wiedya...
Wiedya Kurniasih
widya_kurniasih Offline Send Email
Nov 12, 2009
9:59 am

Dear mom Wiedya... Kebetulan my babachi(12m3w)sejak umur 3w ud full diapers(sblmnya mlm aja pakenya).gara2nya krn msh newborn sering pup n pee,drmh gk ad...
Baby Fibrianti
lovelybaby_blue Online Now Send Email
Nov 12, 2009
10:14 am

Setau sy yg penting tiap 3 jam diganto bu pampersnya Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT ... From: Wiedya Kurniasih...
sinta001@...
sinta001 Online Now Send Email
Nov 12, 2009
10:17 am

Alqie juga 24jam mom pake pampers, alesannya sih biar ga rewel...tp plg lama 4jam sekali ak ganti, krn skrg ak krj asistenku ak ajarin gt...n tks God lagi ak...
Kiki
riz_mpg Offline Send Email
Nov 12, 2009
10:32 am

Hai mom, Coba bantu jawab yaa.. Pemakaian disposible diapers slm 24 jam ni ada pro dan kontranya.yg kontra ya macem2 alasannya,boros,tdk ramah...
nasamari@...
nasamari Offline Send Email
Nov 12, 2009
10:33 am

tergantung kulit babynya mbak, kalau anakku sich waktu masih baru lahir sampe usia sekitar 6 bulanan gitu kulitnya gak tahan kalau pakai pampers kelamaan...
sasha keisha
anggitya122 Offline Send Email
Nov 12, 2009
10:36 am

Dear moms, Maaf nih repost sdikit ttg bahaya disposable diapers (pampers), silakan jg browsing lg ttg penggunaan disposable diapers ini. Semoga membantu ya....
arti indira
artiindira Offline Send Email
Nov 12, 2009
10:45 am

Waduh..itu berlaku untuk baby umur brapa ya moms? Waktu baby s/d 3M Raya pakai diaper hanya malam hari..seiring dia aktif ksana-kmari (skrg 8M) aku pakaikan...
lovreza@...
lovreza Offline Send Email
Nov 12, 2009
4:42 pm

Moms, Hingga saat ini Ayyas (2,5 bulan) hanya menggunakan pampers pada saat bepergian. Itu pun selalu ganti setiap 2 jam atau pada saat udah penuh. Saya nggak...
Rach Leed
lidbahaweres Offline Send Email
Nov 13, 2009
3:50 am

Pesan dari moderator: Mohon dihapus ekor message ********** Pakai cloth diaper aja mom, dia fungsinya sama seperti pampers. Macem2 kok bentuknya, bisa dipilih...
mnavratilova Offline Send Email Nov 13, 2009
5:18 am

Kalau saya termasuk orang tua yang seperlunya saja memakaikan 'pospak' = 'popok sekali pakai' ke anak.  paling kalau musim hujan atau mau tidur malam saja,...
ester lilies
esterlilies Offline Send Email
Nov 13, 2009
1:45 am

dear moms, kenapa nggak beralih ke cloth diaper aja? nyucinya juga gampang pakai mesin cuci, kalau males bersihin pup-nya tinggal ditambah liner. memang...
F Widyasari
f_widyasari Offline Send Email
Nov 13, 2009
2:06 am

mom,, ada yg pernah pakai cloth diaper? aku baca diwebsite, itu lebih bagus ya daripada pampers..n bisa dicuci ulang.. ner ga sih? ditunggu sharenya ya.. ...
Wiedya Kurniasih
widya_kurniasih Offline Send Email
Nov 13, 2009
3:46 am

Mbak, Kebetulan aku baru nyoba pake cloth diaper merk b*mwe*r. So far ok, bisa tahan 3-4 jam tergantung banyaknya pipis bayi dan gak tembus. Ini sistemnya...
ninasetyawati@...
ninasetyawati Offline Send Email
Nov 13, 2009
4:00 am

Dhiyaa's mom, Saya pake cloth diaper. Memang relatif bagus utk segi kantong yaaa... biar gak boros juga. Diawalnya sih belinya harganya lumayan utk yg impor,...
Elsa A. Sigit
earsitaningtyas Offline Send Email
Nov 13, 2009
4:25 am

belom pernah dengar bahaya nya pake pempers, yg sangat bahaya bgt yah, selain ruam. Klo menurut saya diliat dari kesibukan si ibu saja, klo mba nya kerja dan...
Ashrien - Pancadewa
tinybutsmart Offline Send Email
Nov 13, 2009
4:02 am

Dear momies, Sharing yach anakku 3 bln pertama nda pernah pake pospak kec pergi k dokter itu juga pake cloth diaper. Nah s/d 1 th teteup nda pake popok kec...
leila.wibowo@...
leilawibowo Offline Send Email
Nov 13, 2009
4:09 am
Advanced

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help