Hai Ibunya Getsa…
Kalau saya, prinsip prt atau baby sitter
harus jujur, gak genit dan bisa diajak ngomong. Jadi kalau prt atau bs saya
tidak memenuhi criteria2 tersebut, (biasanya cepet keliatan kok) dalam waktu
dekat saya ajak ngomong, saya ingatkan, kalau gak ada perubahan, saya tanyakan
komitmennya kalau enggak ya diberhentikan saja.
Oh ya, di awal pas masuk, saya bikin
semacam kesepakatan dengan prt atau bs, mengenai hal2 yang boleh dan tidak
boleh digunakan. Termasuk hak-haknya, thr, baju gak boleh yang ketat2, makan,
dsb. It might sound silly ya.. orang2 bilang repot amat, tapi buat saya dan
suami ini ketenangan batin. Kami berdua bekerja, jadi kalau ada masalah dengan
prt atau bs bikin stress dan gak worthed banget buat bikin hari2 jadi pusing. jadi
kayak pegawai kantoran aja, ada ‘kontrak’ kalau gak sesuai out
aja.. :D hehehhee.. semoga membantu
Oh ya, secara psikologis.. (hehehhe maklum
psikolog) orang yang mulai berani melakukan percobaan penyelewengan kecil2,
kalau didiamkan nanti bisa meningkat dan mungkin jadi criminal….
From:
asiforbaby@yahoogroups.com [mailto:asiforbaby@yahoogroups.com] On Behalf Of titi sitepu
Sent: Monday, January 08, 2007
10:36 PM
To: asiforbaby@yahoogroups.com
Subject: [asiforbaby] Mohon Saran,
PRT nakal/rada rada kriminal
Dear para Ibu Asi,
Mohon maaf sebelumnya, kalau postingan saya ini, melenceng dari tema
milis ini. Tapi saya ingin tau pendapat dari para ibu, mengenai
masalah ini.
Saat ini, PRT saya, namanya Warningsih, usia 15 tahun, asal Brebes.
Saya dapat dia, dari agen PRT di Bandung. Kebetulan ibu saya tinggal
di
Sebenarnya, dia itu pekerjaannya bagus. Orangnya cekatan dan so far
semua kerjaan yang ditanganinya, beres. Tapi, tadi pagi, mantan
majikannya (dulu dia kerja di
nomor rumah saya, karena beliau pakai telefon yang bisa disadap dan
tercatat semua incoming call. Dia heran, kenapa nomor telefon rumah
saya, sering banget masuk ke nomor rumahnya. Dia selalu cari PRT
yang kerja di rumahnya, karena kebetulan mereka satu kampung.
Kebetulan juga, pacarnya dia kerja di dekat rumah ibu tersebut.
Kebetulan si ibu, super ketat mengawasi pembantunya. Karena gak
ingin telefon saya jebol, sang ibu tersebut info ke saya tentang hal
itu.
Siang itu juga saya ke Telkom, untuk mendapatkan print out 2 bulan
terakhir. Betul saja, banyak nomor2 yang tidak dikenal ada di dalam
list. Kalau ditotal semuanya, kurang lebih hampir 500 ribu. Saya
kesal sekali. Akhirnya, saya blokir telefon, hanya untuk bisa local
saja…Karena selama ini, saya belum pernah ketemu PRT yang seperti
ini. 2 PRT sebelumnya boleh dibilang jujur, walaupun saya tidak
pernah memercayai mereka 100%.
Dari Ibu tersebut, saya tau juga, kalau Mbak ini, genit dan tidak
betah di rumah. Memang sebelumnya, dari tetangga saya dapat laporan,
kalau dia sering keluar rumah, kalau saya dan suami tidak ada di
rumah. Tapi saya tidak hiraukan. Karena saya juga jarang bepergian.
Sampai saat ini, belum pernah ada kehilangan di sini.
Malam ini, saya iseng nongkrong di dekat kamarnya, dan sepertinya
mbak itu belum tidur juga. Saya mengerti sih, di usia semuda dia,
harus bekerja, karena saya pernah merasakannya. Maunya pasti main
melulu. Tapi, kalau dia memilih bekerja, mestinya dia
konsekuensinya, dan berusaha untuk jadi orang bener.
Saya belum ngomong ke dia. Saya berusaha sabar dulu, melihat
perkembangannya. Kebetulan saat ini mertua saya, ada 3 orang PRT di
rumahnya. Kebetulan beliau lagi di
ini. Menurut beliau, tunggu beliau datang dulu. Karena, kalau saya
ingin salah satu dari mereka bekerja di sini, beliau harus ngomong
langsung. Kebetulan ke 3 orang PRT tersebut, hanya 1 yang
pekerjaannya bisa diandalkan, tapi itu supervisor di sana, dan gak
mungkin juga kerja disini. Yang 2 lagi, kerjaannya lelet, agak susah
dibilangin, tapi bisa dipercaya. Gak neko2 tingkahnya.
Tadinya saya, mau cari dari agen. Tapi, jujur, saya trauma sekali.
Baru kali ini saya, dapat PRT dari agen, dan langsung ada pengalaman
seperti ini. Saya takut dan khawatir sekali. Karena dari pengalaman
sebelumnya, dari cerita ibu yang di
kebobolan sampai 3 kali akibat ulah PRT. Biasa dari kenalan, jadi
pacaran dan ternyata pacarnya itu bandit. Makanya, beliau itu
sekarang amat sangat ketat mengawasi PRTnya.
Saya pusing sekali dengan masalah ini. Tadinya saya mau kasih shock
therapy, bawain sekalian ke kantor polisi. Biar dia jera maksudnya,
walaupun nanti dia tidak kerja di tempat saya lagi, setidaknya dia
jera untuk mengulangi ulahnya.
Pernah sekali waktu, saya cek kamarnya. Memang tidak ada barang di
situ. Hanya saya ketemukan beberapa foto mbak ini dengan sang pacar,
yang aduh, saya juga geli melihatnya. Dari situ, saya sudah tau
kualitas moralnya, yang gak bener untuk anak seusia dia.
Mohon solusi dan sharing pengalaman dari para Ibu ASI. Di satu sisi,
dia sebenarnya anaknya baik, tapi koq bisa punya akal, mencungkil
telefon (kuncinya nenmpel di telefon) dengan ujung gagang sendok
makan (saya tau dari ibu tersebut). Dan menurut ibu tersebut, selama
bekerja 1 tahun dengannya, track record-nya juga bagus. Tapi ya itu
tadi, sering pakai telefon, dan genit sekali. Saya memang bisa baca
gelagatnya itu, kalau ada pria suka over acting. Waktu itu saya
masih tolerir, tapi di satu sisi, saya gak ingin di kemudian hari
terjadi apa2.
Suami saya juga sering tidak di rumah, dia sering dinas di luar
harus punya PRT yang tidak genit dan bisa dipercaya (walau tidak
100%)
Bagaimana sebaiknya ya? Apa perlu saya shock therapy dia?…Atau saya
ganti sekalian?
dipercaya? Selama ini saya buta banget tentang agen prt di
Mohon maaf kalau email saya kurang berkenan.
Terimakasih banyak untuk masukannya,
Titi
Ibunya Getsa yang lagi pusing sama ulah PRT…(PRT/BS sepertinya never
ending story ya..)