Dear Dr. Nugraha di Semarang.
Saya setuju dengan usul ts. Mudah - mudahan pada edisi mendatang konsep dasar ( basic concept ) tentang oftalmologi komunitas bisa kita tampilkan. Dalam pemahaman saya, ofkom itu bisa dilihat dari 4 sisi yakni ofkom sebagai ilmu ( sains ), ofkom sebagai 'tool' yang implementatif, ofkom sebagai mindset/paradigma dan ofkom sebagai profesi.
Ofkom sebagai 'tool' dipakai sebagai alat untuk membantu terealisasinya RENSTRANAS PGPK ( rencana strategi nasional penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan ). Dokumen Renstranas PGPK ini berisi sistim/manajemen nasional Indonesia dalam mewujudkan VISION 2020-nya WHO dan harus dijadikan referensi utama dalam berbagai upaya PGPK di tanah air ini. Ofkom sebagai ilmu ( sains ) diajarkan di dalam kurikulum PPDS atau pada institusi - institusi khusus ( seperti yang ada di Pakistan, Inggeris dan - yang sedang dipersiapkan - CICO ; Cicendo Institute Community Ophthalmology , dll ).
Dalam konteks ini, Seminat juga sedang membahas Modul Oftalmologi Komunitas yang nantinya akan dijadikan sebagai acuan bagi proses belajar mengajar ofkom di sentra - sentra pendidikan SpM di seluruh Indonesia.
Terkait dengan ofkom sebagai profesi, Seminat juga sedang menggodok Penyetaraan dan Standarisasi Konsultan Ofkom dan sudah dibentuk task force untuk hal tersebut dengan Ketua : Dr. Rahasiah Taufik
Sepanjang yang saya ketahui sampai saat ini kita belum memiliki peta PGPK di seluruh daerah di Indonesia ( kecuali, mungkin-Jawa Barat ), bahkan data tentang kebutaan nasional yang kita milikipun sebetulnya sudah 'expired' yang sudah berusia 10 s/d 15 tahun.
Ini tentang ofkom yang saya ketahui, mohon ma'af kalau ada yang keliru, karena sayapun bukan pakar ofkom. Sejawat dapat bertanya lebih lanjut kepada para 'seniorita' ofkom seperti DR.Dr. Farida Sirlan, Dr. Siti Farida S, Dr. Rahasiah Taufik, Dr. Pinto atau Dr. Syumarti. Termasuk juga pertanyaan sampai sejauh mana pengembangan kurikulum ofkom di sentra - sentra pendidikan SpM di Indonesia
Salam buat sejawat di Semarang
Riki
--- On Thu, 8/21/08, nugroho trilaksana <trilaks@...> wrote:
From: nugroho trilaksana <trilaks@...> Subject: Re: Menindaklanjuti Rencana Optimalisasi Sub Bag Ofkom To: rikitsan_115@... Date: Thursday, August 21, 2008, 11:25 AM
Yth Dr. Riki Tsan, SpM
Salam hangat dari kami di Semarang
Klo blh sy usul 1. setiap penerbitan MOK selalu memuat materi ttg konsep dasar oftalmologi
komunitas dan strategi2 pengembangannya di berbagai daerah di Indonesia. Kt
perlu tahu potret nasional ofkom kita dulu. Sehingga pengembangannya terpadu.
Atau dapat menyatukan persepsi kita ttg ofkom. Terus terang keterlibatan &
pengalaman saya di ofkom masih sangat minim. Dampak positif lain adalah
timbulnya minat / kepedulian para sejawat u/ berpartisipasi dalam ofkom.
2. mohon diinformasikan sejauh mana pengembangan kurikulum pendidikan ofkom
bagi peserta didik dokter spesialis (PPDS)
Demikian, atas perhatian dan tanggapannya sy ucapkan terimakasih.
Salam - trilaksana
--- On Wed, 8/13/08, riki tsan <rikitsan_115@...> wrote:
> From: riki tsan <rikitsan_115@...>
> Subject: Menindaklanjuti Rencana Optimalisasi Sub Bag Ofkom
> To: trilaks@...
> Date: Wednesday, August 13, 2008, 11:58 AM
> Salam sejahtera
> Terkait dengan rencana sejawat untuk mengoptimalisasikan
> Sub Bagian Oftalmologi Komunitas, kami menyarankan agar
> sejawat dapat mengirimkan surat resmi permohonan supervisi
> yang ditujukan kepada DR.Dr.Farida Sirlan,SpM - sebagai
> Ketua Kelompok Seminat Oftalmologi Komunitas Perdami. Terima
> kasih.
> > Dr. Riki Tsan,SpM
> Pemimpin Redaksi Media Oftalmologi Komunitas
|